Zulchairi, SH : Polrestabes Medan, Besok Panggil UNPRI terkait Penipuan

Foto : Zulchairi,SH Kuasa hukum Mahasiswa Ghozi Doohan Manurung mahasiswa Kedokteran UNPRI memperlihatkan surat laporan mereka.

halKAhalKI.com, Medan - Penyidik Polresbes Medan rencananya akan memanggil pihak Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan pada hari Rabu, tanggal 21 Nopember 2018 ini.

Pemanggilan terkait laporan penipuan yang dialami Ghozi Doohan Manurung, selaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNPRI Medan.

"Kami dengar besok, (Rabu, tanggal 21 Nopember 2018, red) penyidik Poltabes (Polrestabes,red) Medan akan memanggil pihak UNPRI Medan. Tapi, coba kalian tanyakan langsung penyidiknya bermarga Simatupang apakah jadi dipanggil atau tidak," kata penasehat hukum Ghozi, Zulchairi SH kepada wartawan, Selasa (20/11).

Zulchari pun menjelaskan, bahwa pada hari Jumat, tanggal 16 Nopember 2018 lalu, pihak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Sumut melakukan mediasi antara pihak UNPRI dan orang tua Ghozi.

Hadir dalam mediasi tersebut diantaranya, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Sumut, Prof Dian Armanto MPd, Rektor UNPRI, Dr Chrismis Novalinda Ginting, orang tua Ghozi dan Ghozi.

Dari mediasi itu tercetus dua opsi yang dikemukakan pihak UNPRI. Pertama, pihak UNPRI menerima kembali Ghozi sebagai mahasiswa di FKG UNPRI Medan, dan kedua, mengeluarkan surat keterangan pindah kuliah bagi Ghozi.

Menurut Zulchairi, kedua opsi yang disampaikan pihak UNPRI Medan sangat merugikan kliennya.

"Kenapa? Karena pihak UNPRI Medan tidak mau mengeluarkan surat pernyataan jaminan bahwa klien kami tidak akan mendapat intimidasi dan diskriminisasi, jika klien kami melanjutkan kuliahnya di FKG UNPRI Medan," katanya.

Sementara untuk perpindahan kuliah, sambung Zulchairi, tidak semua mata kuliah yang ada di FKG UNPRI Medan ada di Universitas lain.

"Maka tadi itu saya bilang, bahwa dua opsi yang di sampaikan pihak UNPRI Medan jelas merugikan klien saya," bebernya.

Ia pun berharap, agar pihak Poltabes Medan serius untuk menanggapi laporan penipuan yang dilakukan pihak UNPRI Medan kepada Kliennya.

"Kita berharap agar Poltabes Medan serius menerima laporan klien kami dan segera menetapkan siapa saja yang bakal dijadikan tersangka. Jika dalam waktu dekat ini penyidik belum juga menetapkan siapa saja yang bakal dijadikan tersangka, maka kami akan meminta Propam Polda Sumut untuk memeriksa Juru Periksa (Juper) yang menangani laporan klien kami," ujarnya, sambil memberikan nomor ponsel Juper yang menangani perkara kliennya.

Terpisah, Juper Polretabes Medan bermarga Simatupang ketika dihubungi seluler di nomor 082168875xxx tak mengangkat, meski nada sambungnya berbunyi. Dua kali kami hubungi pun tak mau mengangkat. Begitu pula ketika kami layangkan konfirmasi via sms, hingga berita ini diturunkan tak satupun balasan kami terima.(Boy)