Yan Hariranto Tidak Pernah Menjadi Anggota Seknas Jokowi.

FOTO : Yan Hadiramtom, orang yang m

halKAhalKI.com - Jakarta : Terkait adanya seorang laki laki yang bernama Yan Hariranto yang menjadi sorotan nitizen di media sosial (medsos) karena tindakannya yang merobek seragam dan kartu nama serta direkam video dan di publish di medsos serta berteriak teriak mengajak tidak menjadi Presidenak memilih Jokowi kembali.

Terkait hal tersebut Seknas Jokowi mengirimkan release berita yang menyatakan bahwa Seknas Jokowi tak pernah punya anggota bernama Yan Hariranto.

Berikut realese berita lengkap Seknas Jokowi yang diterima Redaksi halKhalKi.com melalui Panca Sarjana Putra Sekretaris Seknas Jokowi Sumatera Utara.

Ramai di medsos seorang laki-laki bertubuh gempal menggunakan pakaian seragam berwarna merah kombinasi hitam menyatakan diri “ia menyesal menjadi relawan Seknas Jokowi Sumatera Selatan” kemudian membuka pakaian seragamnya dengan penuh emosi merobek-robek pakaian dan kartu nama. Tak lama ia berkoar-koar mengajak masyarakat “untuk tidak memilih Jokowi kembali sebagai Presiden”.  Lelaki gempal yang bergelar pendidik itu bernama Yan Hariranto berdomisili terakhir di Palembang Sumatera Sellatan.

Pernyataan penuh emosi Yan Hariranto itu, menariknya sengaja di-vidio-kan dan di unggah melalui youtube. Jika kita klik youtube maka vidio Yan dengan judul yang berbeda-beda tapi isinya sama bertebaran. Artinya, Yan Hariranto ini niat banget membuat vidio itu, kemudian diunggah di youtube. Dari isi pernyataan di vidio itu motifnya jelas politis dan organ relawan Jokowi yang dihajar pun jelas yakni salah satu organ relawan pendukung Jokowi yang memiliki anggota dan pengurus di berbagai daerah dengan nama *SEKNAS JOKOWI.

Bagi siapapun yang tak suka dengan Jokowi. Tak ada cara lain yang lebih santun untuk mengkritisi keberhasilan Jokowi kecuali dengan kampanye hitam. Kampanye hitam ini terus akan dimainkan hingga 2019. Tidak hanya kepada Jokowi tapi juga sudah mulai diarahkan pada organ pendukungnya. Yan Hariranto hanya pion kecil ditengah maraknya kampanye hitam menjelang 2019. Coba tengok isi videonya, bisa disimpulkan “apa yang diperbuat oleh Jokowi untuk rakyat, semuanya salah”.

Bagi Seknas Jokowi, Yan Hariranto sama dengan pengkritik lainnya, yang hanya mau dapet panggung kecil ditengah popularitas Jokowi menjelang persaingan politik pilpres 2019.

Apalagi sebagai anggota partai politik yang menjadi pengusung calon Presiden pesaing Jokowi-JK pada pilpres 2014 yang lalu, Yan Hariranto perlu modal yang murah buat bangun panggung kecilnya itu. Nah yang murah dan gratisan itu adalah membuat vidio dan mengunggahnya di youtube.

Yan Hariranto adalah ciri khas anggota atau simpatisan partai politik pengusung calon presiden pesaing Jokowi pada pilpres 2014 yang belum move on. Maka sangat tidak mungkin Yan Hariranto adalah anggota atau aktifis Seknas Jokowi. Seknas Jokowi tidak pernah punya anggota relawan bernama Yan Hariranto di Sumatera Selatan, dan pakaian seragam yang dipakai Yan Hariranto itu bukan seragam resmi Seknas Jokowi.
Terimakasih.

Dedy Mawardi

Ketua DPN Seknas Jokowi/red/ref