Warga Desa Pulau Banyak Minta Penegak Hukum Sidik Rehabilitasi Tanggul Yang Akibatkan Abrasi Sungai

Foto : Kondisi tanggul sungai Serapuh di Desa Pulau Banyak.

halKAhalKI.com, Langkat - Pelaksaanan proyek rehabilitasi (perbaikan dan peninggian) tanggul di Desa Pulau Banyak Kecamatan Tanjung Pura mengundang polemik masyarakat setempat. Polemik disebabkan  proyek yang telah selesai di kerjakan tersebut berdampak pada abrasinya tanah yang membatasi sungai dan tanggul tersebut.

Beberapa warga yang menggeluhkan persoalan tersebut dan menyatakan akibat pekerjaan tersebut mengakibatkan melebarnya alur sungai hingga mengikis bantaran sungai dan hampir mendekati  tanggul yang baru dikerjakan pada tahun 2018 tersebut.

Hal ini menurut penuturan beberapa warga di karenakan pada saat pengerjaan perbaikan dan peninggian tanggul sungai Sererapuh yang berada di Desa Pulau Banyak mengambil tanah dari bantaran sungai tersebut dan warga tersebut menuding pekerjaan yang dilaksanakan terkesan asal jadi saja.

Dan warga juga menduga perbaikan dan peninggian tanggul sungai Serapuh yang melewati kawasan Desa Pulau Banyak tersebut, dananya bersumber dari APBD Kabupaten Langkat tahun 2018 dan anehnya selama pekerjaan warga tak melihat adanya plank proyek yang menyebutkan siapa pelaksana pekerjaan berapa dananya dan bersumber dari mana dan berapa berapa panjang pekerjaannya. 

Dua warga Desa Pulau Banyak yang hanya bersedia disebutkan inisialnya, Her dan Man meminta agar aparat penegak hukum turun tangan dan menyidik persoalan tersebut, Selasa (5/2/2019).

"Kalau perlu penyidik hukum usut tuntas anggaran perbaikan tanggul tersebut ke Dinas PU (Dians Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,red) Kabupaten Langkat," kata mereka

Foto : Salah seorang warga Desa Pulau Banyak menunjuk salah satu titik abrasi akibat pekerjaan rehabilitasi tanggul sungai di Desa mereka./Senin (5/2/2019)

Mereka juga mengatakan, perbaikan tanggul itu kemarin menggunakan alat berat beko atau Ekscavator dengan lengan pendek, atau jangkauan pengorekan yang pendek dan hanya mengambil tanah diberam (bantaran sungai,red) tanggul serta dikhawatirkan akan abrasi yang akhirnya akan bisa meruntuhkan tanggul yang baru diperbaiki tersebut.

"Sebelum di ambil tanahnya masih ada pohon kelapa di situ (sambil menunjuk lokasi tanah yang sekarang sudah tidak ada lagi pohon kelapanya habis terkena abrasi air sungai,red) dan lama lama bukan tidak mungkin bentent (tanggul,red) ini juga akan habis ditekan air bang" sebut Man kepada halKAhalKI.com. 

Pantauan langsung halKAhalKI.com di tanggul sungai yang dikeluhkan masyarakat terlihat di beberapa tempat lubang lubang di bantaran sungai bekas korekan alat berat dan abrasi air sungai yang menghanyutkan tanah di bantaran sungai tersebut. 

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Langkat, Surya Ginting tidak berada diruang kerjanya saat akan dikonfirmasi halKAhalKI.com, Rabu (6/2/2019) siang, dan menurut salah satu staf PUPR Kabupaten Langkat Jafair Manurung yang berada di ruangan Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Langkat. Kabid Pengairan tersebut lagi di Bukit Lawang lagi Musrembang sebut laki laki yang berusia separuh baya tersebut dan mengarahkan halKAhalKI.com kepada PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) yang bernama Denny Turio yang juga lagi musrembang ke Sawit Seberang.

Saat halKAhalKI.com meminta nomor kontak kedua pejabat Dinas PUPR Kabupaten Langkat tersebut pria separuh baya tersebut mengaku tidak ada menyimpannya./ref