Wakil Ketua DPRD Langkat, Antoni Ginting : Jangan Ada Lagi yang Ilegal, Galian C Ilegal Wajib di Hentikan Aparat

Jalan yang rusak akibat dilintasi truk over tonase di Kecamatan Padang Tualang. Selasa (1/12/2020). dok foto hK2

Langkat, hK2 | Rusaknya jalan Kabupaten Langkat serta jalan Provinsi Sumatera Utara yang berada di Desa Buluh dan Padang Tualang akibat dampak beroperasinya galian C, di keluhkan warga Desa Buluh Telang dan Desa Padang Tualang.

Kondisi jalan yang berlubang serta berlumpur membuat ketidaknyaman masyarakat dan pengguna jalan yang melintasinya. Hal ini di nyatakan beberapa warga Desa Buluh Telang dan Padang Tualang serta pengguna jalan yang dijumpai saat melintasi jalan tersebut.

"Hancur jalan kami ini, tak bisa dipilih pilih kalau berkendaraan, berlubang dan berlumpur apalagi kalo hujan tambah para," sebut warga yang enggan disebutkan namanya saat dijumpai halKAhalKI.com, Selasa kemarin.

Sementara penguna jalan lainnya yang bermaksud akan ke Kecamatan Batang Serangan juga menduga hancurnya jalan sebagai dampak melintasnya truck truck tonase besar galian C yang berijin maupun yang tidak berijin, "rusak kali jalannya, maksud lewat sini untuk mempersingkat jarak dan waktu dibandingkan harus melalui jalan pasar 10, dan ini dampak dari truk truk galian C, kalo bisa dipantaulah kegiatan galian C apalagi jika yang ilegal pihak terkait termasuk Kepolisian harus bisa menghentikannya." ujar pengguna jalan tersebut yang mengaku bernama Amat warga Tanjung Pura.

Disebutkan juga kondisi rusaknya jalan tersebut merupakan dampak dari kegiatan penambangan galian C yang untuk kebutuhan proyek skala nasional pembangunan jalan tol trans Sumatera yang melintasi kawasan Kabupaten Langkat.

Selanjutnya 1 2 3