Tragis…,Menjelang Pensiun Nurani Ginting Dimutasi.

halKAhalKI.com, Stabat : Unjuk rasa karyawan PDAM Tirta Wampu perusahaan air minum milik Pemkab Langkat menyiratkan berbagai persoalan terkait operasional dan manajemen Tidta Wampu tersebut.

Salah satunya yang dialami Nurani Ginting (57) seorang wanita yang duduk di gapura gerbang pintu masuk kantor Bupati Langkat, Rabu (4/4/2018) dengan keringat bercucuran dari wajahnya yang mulai keriput.

Dia hanya duduk memperhatikan puluhan rekannya berorasi menuntut direktur PDAM Tirta Wampu, Dra Puncana dipecat. Mereka menganggap Puncana arogan dan otoriter.

"Kami minta Bupati untuk memecat direktur PDAM Tirta Wampu dan mengembalikan posisi kami seperti semula," teriak orator demo, Rosnaningsih.

Nurani mengaku terpaksa ikut dalam demo tersebut karena merasa juga menjadi korban kebijakan Puncana. Dia mengaku di mutasi ke Pangkalan Brandan, padajal sebelumnya dia bertugas di unit Tanjung Langkat.

"Awalnya saya ikut demo karena gaji saya telat. Tapi setelah ikut demo malah saya dimutasi," kata karyawan PDAM itu.

Menurutnya memang beberapa waktu terakhir, mereka kerap terlambat mendapatkan gaji karena target pekerjaan yang tidak tercapai.

"Padahal sudah berapa kali ganti direktur, tidak pernah gaji terlambat," katanya.

Direktur PDAM Tirta Wampu, Dra Puncana Sitepu tersenyum saat diminta anggotanya untuk mundur sebagai direktur PDAM Tirta Wampu.

Dia mengaku, apa yang yang diutarakan anggotanya saat melakukan orasi tidaklah benar. Katanya semua disampaikan Rosnaningsih tidaklah benar.

Ditemui di kantornya, Puncana mengatakan bahwa anggota yang melakukan orasi adalah karyawan yang bermasalah. Masing-masing mereka katanya memiliki catatan pekerjaan yang kurang baik.

"Saya memang merotasi mereka demi kebaikan mereka. Agar mereka bisa belajar bertanggungjawab dan semakin pintar," katanya.

Selain itu, seluruh karyawan PDAM Tirta Wampu katanya sebelum menjadi karyawan telah membuat surat pernyataan siap ditempatkan dimana saja.

"Jadi kalau ada penolakan saya heran saja. Ini sudah kesepakatan kita bersama. Saya juga tandatangan kok," katanya.

Mengenai keterlambatan gaji, dia membenarkan hal tersebut. Namun katanya keterlambatan hanya tiga hari karena pegawai tersebut saat diminta ke kantor enggan hadir.

"Saya minta mereka hadir ke kantor karena ingin meminta penjelasan mereka. Mereka gajinya terlambat karena tidak memenuhi target," katanya.

Caption: Nurani Beru Ginting (57) karyawan PT PDAM Tirta Wampu berdemo di depan pintu masuk kantor Bupati Langkat, Rabu (4/4/2018)./ref.