Tolak Vaksinasi,Ini Sanksinya. Langkat Gunakan Vaksin Sinovac, 43.780 Orang Telah di Vaksinasi

Foto : Vaksinasi massal yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Tribun Alun-alun T Amir Hamzah Stabat. /dok foto hK2

halKAhalKI.com, Langkat | Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) No.14 Tahun 2021, tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksin dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19. Warga yang menolak di vaksinasi COVID-19 akan diberikan sanksi.

Ketentuaan ini termaktub dalam Perpres tersebut pada Pasal 13A (4) yang berbunyi bahwa setiap orang yang telah ditetapkan sasaran penerima vaksin COVID-19 yang tidak mengikuti vaksinasi dikenakan sanksi administratif berupa;
a. Penundaan atau pepenghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, b. Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintah dan/atau c. Denda. 

Ini dipaparkan Bupati Langkat Terbit Rencana PA dan ia juga mengungkapkan, masyarakat yang sudah menjadi peserta vaksin, wajib mengikuti vaksinasi.  Vaksinasi bertujuan untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Hilangnya pandemi ini, akan membuat kehidupan kembali normal serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan.  "Jadi vaksinasi ini demi keselamatan dan kebaikan kehidupan bersama," ujar sebutnya.

Bupati Langkat juga menghimbau masyarakatnya untuk mengikuti vaksinasi hingga dosis ke dua (II).  "Mari bersama kita menjadi peserta vaksin, serta mengikuti vaksinasi hingga dosis kedua," himbau Bupati, di kediaman pribadi Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Langkat, Selasa (29/6/2021). 

BACA SELANJUTNYA : Langkat Pakai Vaksin Sinovac Halal dan Aman, 43.780 Orang Telah di Vaksinasi

Selanjutnya 1 2