Terima 30 Laporan, Ombudsman : Buruknya Sistem Koordinasi GTPP

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar

Meda, halKAhalKI.com | Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara menilai, buruknya sistem koordinasi di internal Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, menjadi penyebab lambannya hasil swab test anak 12 tahun warga Medan yang menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).

Ekses dari lambannya hasil swab keluar, anak berinisial T yang mulai diisolasi sejak 4 Mei lalu, masih diisolasi, padahal dalam kondisi sehat.

Hasil swab test pertama anak berinisial T, pada 6 Mei lalu menunjukkan dirinya negatif Covid-19. Namun untuk keluar dari isolasi, seorang PDP harus menunjukkan negatif Covid-19 dalam dua kali swab test.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (ORI Sumut) Abyadi Siregar menyatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dirut RS Pirngadi dr Suryadi Panjaitan terkait nasib anak tersebut. Menurutnya, sampai saat ini RS Pirngadi belum menerima hasil swab test kedua.





"Alur pemeriksaan adalah, pihak Dinkes datang ke RS Pirngadi ambil spesimen pasien. Lalu dibawa ke Laboratorium RS USU. Hasilnya, RS USU menyerahkan ke Dinkes, baru diserahkan ke pihak RS Pirngadi," ungkap Abyadi, Rabu (27/5/2020).

Sebelum berkoordinasi dengan pihak RS Pirngadi, Ombudsman sudah terlebih dahulu mempertanyakan kepada laboratorium RS USU Medan terkait hasil swab anak tersebut. Ketika itu, pihak laboratorium RS USU meminta bantuan agar pihak RS Pirngadi Medan berkoordinasi dengan Dinkes Sumut terkait hasil swab test anak berinisial T itu.

Selanjutnya 1 2