Tak ada Teloransi Terhadap Pelanggaran di Pilkada Serentak.

Foto : Aulia Andri, Anggota Bawaslu Sumatera Utara saat memberikan materi pengawasan kepada Panwascam se Kabupaten Langkat dalam kegiatan Bimbingan Teknis di Hotel Sofyan Saka Medan Jalan Gagak Hitam,Medan Senin malam 5/12/2017 (hK2 dokumen foto 5122017)

halKAhalKI.com - Medan : Memasuki tahapan Pilkada Serentak tahun 2018 di Sumatera Utara.Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sumatera Utara menerapkan zero telorance tak akan memberi toleransi terhadap kesalahan dalam tahapan pencalonan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumut.

Penegasan ini dinyatakan Ahli Andri anggota Bawaslu Sumatera Utara yang membidangi Divisi pengawasan dan Hubungan antar Lembaga kepada halKAhalKI.com di sela sela kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Langkat di Sofyan Saka Hotel Jalan Gagak Hitam Medan,5/12/2017.

"Bersama Pilkada serentak, Bawaslu Sumatera Utara menekankan zero telorance, tidak ada telorance untuk tahapan pencalonan ini baik pencalonan melalui partai politik maupun perseorangan di awal ini",tegas Aulia Andri.

"Jadi terkait dukungan pencalonan oleh masyarakat,Panwaslu harus betul betul memeriksanya", lanjut Aulia.

"Jadi zero telorance kalau memang ada penyelenggara yang masuk atau dukungannya gnda atau misalnya sudah meninggal dunia masih di masukkan KTP-nya, ini semua harus dibersihkan di buat statusnya tidak memenuhi syarat".

Sambung Aulia Andri, "pencalonan ini penting karena kita mencanangkan zero telorance  tidak ada telorance, karena ini nanti jadi persoalan panjang karena bisa bersengketa di Pengawas Pemili".

"Tapi kedepan setelah pemeriksaan administrasi kan faktual,ini yang penting nanti", tutur Aulia.

"Sehingga teman teman Pengawas Pemilu katakanlah kayak di Langkat kan ada lima calon (perseorangan,red), bukan kita tidak kepingin cuma masa sih tidak ada (dukungan,red) yang ganda yang ditemukan sehingga kemudian bisa di rekomendasikan menjadi bahan pengawasan" demikian Aulia Andri menuturkan./ref