Simak.., RDP DPRD Langkat Dengan PT. Sri Timur dan Warga Sei Tualang

RDP Komisi A DPRD Langkat.dengan warga Desa Sei,Brandan barat dan PT Sri Timur di ruang rapat paripurna DPR Langkat, Kamais (25/2/2021)` dok foto hK2

Langkat, hK2 |Setelah lebih dari 3 minggu warga Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat menggelar aksi demo, menggugat PT. Sri Timur. Mereka menduduki lahan PT. Sri Timur serta memasang tonggak (portal) dan kawat duri untuk mengganggu aktivitas perusahaan, sebab menurut mereka tidak kurang dari 500 hektare lahan masyarakat telah dirampas dan dimasukkan PT. Sri Timur menjadi lahan HGU-nya.Langkat,

RDP Komisi A DPRD Langkat

Prihatin dengan kondisi tersebut, pihak Komisi A DPRD Langkat pun turun ke lokasi guna berdialog dengan warga. Karena tidak mendapat hasil yang memuaskan, Komisi A DPRD Langkat pun menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang warga dan pihak perusahaan PT. Sri Timur, Kamis (25/2).

Sayang, RDP itu pun gagal mencapai hasil yang memuaskan, karena warga ngotot meminta PT. Sri Timur untuk mengembalikan lahan yang menurut mereka sudah puluhan tahun dirampas oleh PT. Sri Timur.

PT Sri Timur jelas HGU-nya

Drs. Abd. Karim yang bertindak sebagai konsultan dari pihak PT. Sri Timur dalam paparannya di dalam RDP Komisi A DPRD Langkat menegaskan tuntutan warga itu tidak mendasar. Seharusnya, kalau menurut mereka ada lahan mereka yang dirampas, jelaskanlah dimana letaknya, berapa luasnya dan apa alas haknya.

"Kalau PT. Sri Timur ini kan jelas. Sebagai contoh, kalau lahan-lahan itu disebutkan masuk HGU, jelas ada HGU-nya, jelas pula dimana letak dan tapal batasnya. Di sini juga ada perwakilan BPN, bisa ditanya kepada mereka, benar atau tidak HGU itu sudah dikeluarkan," ujar Karim.

Selanjutnya 1 2 3 4 5