Sikapi Pelecehan Media. Dr Redyanto Sidi SH MH : Luar biasa! Laporkan aja ke Dewan Etik Advokat,

Foto Kolase, Dr Redyanto Sidi SH MH dan M Ali Nafiah Matondang SH MH./ist

halKAhalKI.com. Langkat | Beberapa praktisi hukum di Kota Medan, sangat menyayangkan adanya dugaan pelecehan terhadap profesi jurnalis dan perusahaan Media, yang dilakukan seorang yang diduga berprofesi sebagai advocat berinisial TL di akun media sosialnya.

Oknum tersebut berasal dari Kabupaten Langkat dan postingannya dianggap telah melecehkan sedikitnya belasan media online melalui akun facebook miliknya dan ia menyebutkan, media yang memberitakan fakta persidangan di PN Stabat sebagai media 'Abal-abal'.

Menyikapi 'ocehan' oknum pengacara itu, Dr Redyanto Sidi SH MH pakar hukum dan akademisi pada Universitas Panca Budi (UNPAB, Medan pun angkat bicara. "Luar biasa! Laporkan aja ke Dewan Etik Advokat," kata Pakar Hukum Pidana ini , Minggu (5/9) siang.

Pernah di vonis Hakim langgar UU ITE

Menurut Kepala Prodi Magister Hukum Kesehatan UNPAB itu, untuk dapat diangkat menjadi advokat harus memenuhi beberapa persyaratan. Diantaranya, Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Menurut informasi dari Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, oknum advocat tersebut pernah dipidana. Dia dihukum karena menghina atau mencemarkan nama baik seseorang, sesuai Putusan Mahkamah Agung Nomor 2874K/Pud.Sus/2017.

Selanjutnya 1 2 3