Shohibul Anshor Siregar : Birokrasi Pemerintah Ada di Balik Keterbelahan Kekuatan Politik

Shohibul Anshor Siregar (tengah)./ ist

Medan, hK2 | Kekuatan politik lokal terbelah setelah kekuatan politik nasional dan birokrasi pemerintahan ada di balik dan sekaligus di dalam keterbelahan itu.

Demikian dikatakan Akademisi sosial politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar menanggapi pelantikan Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan defenitif, saat ditemui wartawan, Jumat (12/2/2021).

"Saya kira itulah penyebab hak normatif warga kota Medan untuk memiliki seorang wali kota defenitif tidak terpenuhi sekian lama. Mestinya begitu vonis pengadilan berkekuatan hukum tetap terhadap Wali Kota Medan Tengku H Dzulmi Eldin, proses pelantikan penggantinya, Akhyar Nasution, segera dilakukan dan kalau ditanya berapa lama waktu yang diperlukan untuk itu, saya akan mengatakan tak lebih dari satu pekan atau tujuh hari kerja saja," kata Shohibul.

Menurutnya, Indonesia tidak menyadari bahwa fenomena ini bukan urusan terkait Akhyar Nasution pribadi saja, atau Kota Medan dan rakyatnya saja, tapi juga menyangkut agenda demokratisasi di Indonesia yang sangat terganggu.

"Tetapi faktanya, Indonesia lebih memilih risiko drop dalam skor indeks demokrasi yang tentu saja menjadi perhatian dunia Internasional. Dampaknya akan sangat luas baik dalam hubungan diplomatik maupun perdagangan dan kerja sama lainnya dengan dunia global," jelasnya.

Selanjutnya 1 2