Seksi Wilayah V TNGL Nilai Banjir Bandang di Sungai Landak Longsor Alami

Situasi pasca Banjir bandang di sungai Landak, Rabu (18/11/2020) dok foto hK2-mig

Langkat, hK2 | Banjir bandang yang membawa kayu kayu hingga membuat porak poranda kawasan tujuan wisata Landak River dan Salang Pangeran yang berada di hilir Landak River serta berdampak pada empat Desa di Kecamatan Bohorok, yakni DesaSampe Raya. Timbang Jaya,  Timbang Lawan dan Desa Lau Damak dibagian hilir.

Peristiwa banjir bandang tersebut dinilai Kepala Seksi Wilayah V Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Palber Turnip  merupakan peristiwa longsor alami.

Hal ini dikatakan Palber Turnip kepada halKAhalKI.com, saat dimintai tanggapannya terkait banjir bandang di kawasan TNGL tersebut, melalui sambungan seluler pasca banjir bandang, Rabu (18/11/20200).

"Kayu yang terseret arus sungai disertai akar , bukan illegal logging.  Namun demikian kita akan turunkan tim untuk memastikan titik longsoran di kawasan TNGL kata Turnip.

BACA JUGA : Banjir Bandang, Gelondongan Kayu Hantam Kawasan Wisata Landak River,Bohorok

Sebelumnya Camat Bohorok Dameka Singarimbun juga menepis anggapan adanya indikasi penebangan liar maupun perambahan hutan di kawasan tersebut sehingga gelondongan kayu ikut terbawa arus air dan menghantam sarana dan prasarana wisata yang dibangun seperti pondok dan warung yang ada. "Tidak ada pak," imbuhnya singkat,

Ia memastikan banjir bandang yang membawa kayu kayu tersebut merupakan dampak longsoran akibat curah hujan yang tinggi.

Selanjutnya 1 2