Hanya terima Santunan Rp. 25 Juta dan pemberinya tidak di ketahui

Robohnya Tower Provider Seluler di Langkat, Keluarga Korban Minta Polisi Usut Tuntas yang Bertanggung Jawab

Ismail dan Nazratul Munah, Ayah dan Istri serta anak Vijay pekerja yang tewas akibat robohnya tower salah satu provider seluler dirumahnya, Selasa (25/2/2020)

Langkat, halKAhalKI.com | Keluarga pekerja yang menjadi korban robohnya tower provider seluler di Dusun III Desa Mekar Jaya Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (20/2/2020) yang lalu hanya menerima santunan kematian sebagai pekerja di pembangunan tower provider tersebut.

Ketiga pekerja tewas akibat rapuhnya pondasi sehingga pondasi bawah pecah dan mengakibatkan tower yang dalam pendirian tumbang dan pekerjanya jatuh dari ketinggian sekitar 42 meter. Ketiga pekerja tersebut yakni Vijay (27) dan Linggom (25) kedunya warga Desa Air Hitam, Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Sumatera Utara. dan M Agus (25) warga Desa Paya Perupuk, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

Nazratul Munah (24) istri dari almarhum Vijai dan mempunyai seorang anak berumur 2 tahun, menyatakan kepada jurnalis, bahwa suaminya bekerja sebagai pemasang tower sudah bertahun-tahun kerap mendapatkan gaji yang tak setimpal dengan resiko yang dihadapi dan tak jarang juga upah yang di terimanya sering ditipu oleh kontraktor. Bahkan dulu almarhum suaminya pernah bekerja diluar provinsi, tidak dibayarkan upahnya, sehingga harus menjual besi-besi sisa dari pemasangan tower untuk bisa pulang ke kampung halaman.

"Sebenarnya saya gak mau almarhum bekerja memasang tower karena sangat beresiko sekali, tapi ya mau bagaimana lagi la gak ada kerjaan lain bang."tutur Nazratul menyesali peristiwa yang menimpa suaminya.

Selanjutnya, Ayah dari Vijay, Ismail (67) mengungkapkan anak tidak bekerja sejak belum menikah hingga akhir hayatnya tidak pernah mendapat jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

Selanjutnya 1 2