Rakor Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat

Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (25/8/2021)./dok

halKAhalKI.com, Langkat | Pemkab Langkat gelar rapat koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (25/8/2021).

Raker ini dibuka Bupati Langkat Terbit Rencana PA, melalui Wakil Bupati H. Syah Afandin dan dihadiri Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, Danramil 07 Stabat Kapten Arh Iroma Harahap mewakili Dandim 0203/Lkt, Kapolsek Sei Bingai AKP. Rismanto Purba mewakili Kapolres Binjai, Jaksa Fungsional Obrika Simbolon mewakili Kajari Stabat, Ketua FKUB Langkat Panjang Harahap,

Dalam rakor ini, Wakil Bupati mengatakan, keberadaan tim terpadu salah satu kekuatan menjaga daerah dari berbagai tindakan prilaku yang mengancam keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Jadi diharapkan, tim terpadu penanganan konflik di Langkat, mampu menyelesaikan dan mengantisipasi munculnya masalah hingga pada kemungkinan terkecil. Sekaligus menutup hadirnya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan ditengah konflik untuk kepentingan kelompok dan pribadi. 

"Terus jalin serta berbagai informasi dan komunikasi dengan berbagai pihak,  agar sumber konflik yang timbul dapat dicegah, "ujar Syah Afandin.  

Sementara Kakan Kesbangpol Langkat, Faisal Badawi menjelaskan, rakor bertujuan meningkatkan koordinasi dengan pihak/lembaga terkait dalam penanganan konflik sosial secara terpadu. Juga upaya mendeteksi dini permasalahan yang mengakibatkan terjadinya konflik di masyarakat. 

Sekaligus, pengupayaan pemulihan pasca konflik bila terjadi permasalahan. 
Ia juga menjelaskan, Rakor ini berdasarkan PP RI No 2 Tahun 2015, tentang peraturan pelaksanaan UU No.7 Tahun 2012, tentang penanganan konflik sosial, dan Permendagri No. 42 Tahun 2015, tentang pelaksanaan koordinasi penanganan konflik sosial.  Serta keputusan Bupati Langkat No. 200.05-01/K/2021 tentang pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat Tahun 2021.

Sebab itu, Faisal menegaskan, Rakor antar seluruh pihak terkait ini dianggap perlu sebagai aksi nyata dalam menyamakan frekwensi dan persepsi terhadap sekelompok orang yang memiliki tujuan, untuk penanganan dan pencegahan konflik.