Polisi Ringkus, Provokator Tolak Pemakaman Jenazah Pahlawan, Perawat Garda Terdepan Lawan COVID-19

Ilustrasi./ Viral foto perawat "Kami Berikan Jasa Kami, Jangan Tolak Jasad Kami" (Twitter).

Semarang, halKAhalKI.com |Polda Jawa Tengah ringkus tiga orang terduga provokator penolakan warga atas pemakaman jenazah seorang perawat RSUP dr Kariadi Semarang yang wafat dalam tugas kemanusiaan, merawat pasien virus corona yang ada di Semarang pada Kamis (9/4/2020) siang.

Dari informasi yang dirangkum menyebutkan tiga orang provokator penolakan pemakaman jenazah perawat Nuria Kurniasih (38) untuk dimakamkan di sebelah makam ayahnya di TPU Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran, Kamis (09/04/2020).

Ketiga terduga provokator penolakan pemakaman pahlawan kemanusian Nuria Kurniasih yang meninggal dunia akibat terpapar dari pasien COVID-19 yang dirawatnya RSUP dr Kariadi Semarang, yakni, TH (31), BS (54), dan ST (60).





Mereka terlibat dalam upaya blokade untuk menolak pemakaman jenazah perawat yang rencananya akan dimakamkamTPU Sewakul, Kelurahan Bandarjo, Kecamatan Ungaran, akibat penolak tersebut jenazah pahlawan kesehatan, perawat Nuria Kurniasih garda terdepan dalam menghadapi COVID-19 tersebut, terpaksa diJenazah kemudian dibawa ke Kota Semarang untuk dimakamkan di komplek pemakaman Bergota Semarang.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Budi Haryanto menyatakan ketiganya diringkus karena dugaan provokasi warga dan dianggap menjadi biang keladi dari protes berlebihan warga. "Tiga orang kita amankan karena memprovokasi warga sehingga warga menolak pemakaman yang sudah sesuai standar SOP," sebutnya.

Selanjutnya 1 2