Perkara Surat Magang Tidak di Stempel Berujung Minum “Juice” Oli Campur Saos Dan Abu Rokok

halKAhalKI.com- Stabat : Kasus menimpa siswa siswa SMK Al Maksum Stabat yang diperintahkan minum Oli dan Saos oleh Adi Wibowo oknum Guru di SMK Al Maksum,membuat geram Isna Sumardi salah seorang orang tua yang anaknya dan cucunya meminum campuran Oli,saos dan abu rokok,hal ini dinyatakan Isna Sumardi kepada halKAhalKI.com di Stabat Kamis,31/8/2017."anakku MS (inisial siswa,red) dan teritung cucuku AM (inisial siswa,red) di paksa meminum oli yang dicampur saos dan abu rokok,gara gara sepele surat magang dari tempat magang tidak distempel"

lanjut Isna,"banyak yang dipaksa minum Oli itu,kelas 10 TKR berjumlah 6 orang dan kelas 11 TKR 4 orang dan jurusan kelas 12 TSM (Teknik Sepeda Motor=red) mungkin jumlah ya ada 20 orang karena bergantian mereka masuk ke bengkel sekolah yang di kunci pintunya, satu satu keluar bengkel muntah akibat minum oli itu".

"Malah ada yang disuruh push up dan dibawah perutnya diletakkan pecahan gelas yang di lemparnya karena anak tidak mampu menyelesaikan push up 100 kali yang di perintahkannya,perlakuan yang diterima siswa karena mereka magang di berbagai tempat sesuai agenda pelajaran mereka,tapi karena surat yang di keluarkan tempat dimana siswa magang tidak berstempel makanya anak anak itu dihukum dengan cara begini",keluh Isna.

"Kearoganan Adi Wibowo kerap dipertunjukkannya kepada siswa,mungkin karena dia anak angkat dari Yayasan, kerap dia mngemop ngemop (ancam,red) siswa dan menarik erat kerah baju siswa dengan nada mengancam".

"Aku tidak terima perlakuannya pada anak dan cucuku,memang ada 3 orang 2 perempuan 1 laki laki dari pihak sekolah datang kerumah menjenguk anak meminta maaf sambil mengatakan akan menanggung biaya perobaatan sampai sembuh,kubilang sama mereka kalo permintaan maaf dari sekolah kuterima tapi pada pelaku aku tidak terima perlakuannya".

"Hari Rabu pagi kubawa Anakku dan cucuku berobat ke Puskesmas Sambirejo,dokter bertanya kejadiannya kapan kubilang semalam (Selasa,red),kok lama kali dibawa seharusnya begitu kejadian langsung dibawa kemari,seharudengan lirihsnya minimal 3 jam setelah kejadian dibawa kemari kalo lebih 3 jam bisa kejantung larinya".

anak anak "Anak anak pada takut dampak dari sekolah kalo melapor ke Polisi, dan lagi pernah diancam pelaku kalo berani melaporka",papar Isna Sumardi dengan liirh.

Baca juga : Luar Biasa, 9 Siswa SMK Al-Maksum Dipaksa Oknum Guru Minum Oli Campur Saos.

Berkaitan dengan hal tersebut Kepala SMK Al-Maksum Stabat, M.Sadri MM kepada halKAhalKi.com saat di konfirmasi kebenaran peristiwa siswa Siswa SMK Al-Maksum dipaksa meminum oli yang bercampur saos pada jam pelajaran terakhir.Membenarkan peristiwa tersebut,"pihak sekolah telah menemui para orang tua dan telah bicara,orang tua telah menerima perlakuan tersebut serta tidak memperpanjang persoalan asalkan Adi Wibowo dipecat dari sekolah", ujar Sadri melalui sambungan seluler kepada halKAhalKI.com.

Saat disinggung halKhalKI.com terkait tanggung jawab sekolah dan dirinya sebagai kepala Sekolah kepada para siswa, orang tua serta masyarakat,Sadri menuturkan,"pihak Yayasan telah menugaskan bagian Diklat untuk urusi soal ini bang,dan telah dikeluarkan dari sekolah Guru itu,kilah Sadri.

Peristiwa yang dialami beberapa siswa tersebut mengundang reaksi keras Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat, Enis Syafrin Aldin,"Perlakuan yang diterima siswa siswa dari Gurunya sangat tidak berprikemanusiaan dan mencederai hak anak, Kepala Sekolah punya tanggung jawab akan terjadinya peristiwa yang mengenaskan itu".

Lanjut Enis,"Seharusnya Kepala Sekolah punya kewajiban melaporkan dugaan tindak pidana penganiayan yang mencederai hak anak kepada Polisi,terlepas dari kesalahan siswa seharusnya Guru itu jika harus menghukum siswa pake cara cara yang lebih mendidik,kita minta Polisi untuk mengusut peristiwa ini ke Al-Maksum". tegas Enis dengan geramnya./ref