Penetapan Tersangka 6 Pengawal Rizieq Shihab yang Tewas. Amelia Suhaili : Timbulkan Kebingungan Masyarakat

Amelia Suhaili

halKAhalKI.com, Jakarta |Menanggapi pernyataan Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi terkait ditetapkannya enam pengawal Rizieq Shihab dijadikan tersangka karena melakukan penyerangan kepada anggota Polri, Rabu (3/3/2021) lalu. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

Praktisi hukum Amelia Suhaili yang juga Sekretaris LBHA BKPRMI DPW Banten, sangat menyayangkan pernyataan penetapan tersangka tersebut, menurut Amelia, pernyataan tersebut telah menimbulkan kebingungan dan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, bahkan ada beberapa orang yang langsung menghubunginya dan bertanya ; "apa benar mayat bisa dijadikan tersangka," sebutnya.

Dipaparkannya, bahwa untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, harus ada proses pemeriksaan awal sebagaimana prosedur pemeriksaan seorang saksi, apabila dalam pemeriksaan tersebut ternyata ditemukan bukti-bukti yang dirasa cukup, barulah kemudian statusnya naik menjadi tersangka.

Namun faktanya, sebagaimana penjelasan polisi selama ini, bahwa keenam laskar FPI tersebut dinyatakan telah tewas dalam aksi baku tembak di KM 50 tol Jakarta-Cikampek beberapa bulan yang lalu, yang artinya, tidak mungkin mayat dimintai keterangan sebagai saksi.

"Jika mencermati Pasal 77 KUHP kewenangan menuntut pidana hapus, jika tertuduh meninggal dunia, "katanya melalui keterangan tertulisnya yang diterima halKAhalKI.com, Sabtu (6/3/2021) sore.

Selanjutnya 1 2