Parlementary Threshold, Dinilai Efektif Atasi Kebingungan Pemilih Terhadap Banyaknya Pilihan Parpol

Foto: pelaksanaan salah satu kampanye pada Pemilu 2019 di Stabat, Langkat Sumatera Utara./ dok hK2

halKAhalKI.com, Jakarta | Parlementary Threshold atau ambang batas parlemen bukan menjadi hal yang mudah untuk dicapai partai baru dalam kontestasi Pemilu 2024. Sebab diperlukan usaha keras dan modal yang cukup agar dapat memenuhi persyaratan ambang batas parlemen 4 persen.

Ambang batas parlemen adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik (Parpol) dalam pemilihan umum untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Dan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold tersebut pada pemilu 2024, dinilai sebagai langkah tepat. Ini dikarenakan, cara ini dirasa efektif untuk menyederhanakan jumlah partai politik (parpol) yang jumlahnya dinilai terlalu banyak.

Kepada halKAhalKi.com, Minggu, (6/11//2022), pengamat politik Emrus Sihombing menilai, banyaknya jumlah parpol di Indonesia telah menciptakan kebingungan di masyarakat dalam menentukan pilihan yang tepat saat pemilu. Di sisi lain, sambung dia, jumlah partai yang terlampau banyak juga menambah ongkos politik yang tinggi sehingga sukar mewujudkan pemilu yang bebas dari politik uang.

Selanjutnya 1 2