P2TP2A Langkat Minta Masyarakat Peduli dan Cegah Pencabulan Anak

Foto : Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat Ernis Safrin Aldin./istimewa

halKAhalKI.com, Langkat - Terkait maraknya kasus pencabulan terhadap anak di Kabupaten Langkat, mengundang keprihatinan dan kegundahan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat, banyak anak yang menjadi oampiasan nafsu orang dewasa khususnya orang terdekat atau yang di kenal anak akan berdampak panjang bagi anak anak yang menjadi korban.

Kasus pelecehan seksual kerap terjadi pada anak-anak. Padahal, anak adalah generasi bangsa yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jika terjadi sesuatu yang salah pada diri mereka, maka akan berdampak sangat besar di masa depan. Anak sebagai korban cenderung untuk menutupi apa yang telah terjadi padanya. Namun, hal itu justru akan membuatnya semakin tertekan. Apalagi jika orangtua dan keluarga terdekat tidak memberi respons dengan tepat.

Tindak pelecehan seksual pada anak bisa terjadi karena beberapa sebab. Di antaranya adalah pelaku yang berpotensi dan memiliki kesempatan. Kedua, anak yang berpotensi menjadi korban, bisa karena anak tidak mendapatkan pendidikan seks dan tidak bisa menolak karena rasa takut. Ketiga, kurangnya pengawasan dari orangtua.

Banyak dampak berbahaya yang ditimbulkan dari pelecehan seksual pada anak, yaitu dapat berpengaruh pada psikologis, fisik, dan sosialnya. Inilah beberapa di antaranya, anak menjadi pribadi yang tertutup dan tidak percaya diri, timbul perasaan bersalah, stres, bahkan depresi,timbul ketakutan atau fobia tertentu,mengidap gangguan traumatik pasca kejadian (PTSD).

Di kemudian hari, anak bisa menjadi lebih agresif, berpotensi melakukan tindan kriminal bahkan menjadi calon pelaku kekerasan, susah makan dan tidur, mendapat mimpi buruk.
Terjangkit penyakit menular seksual, disfungsi seksual,tidak bersosialisasi dengan lingkungan luar.

Dan mudah merasa takut dan cemas berlebihan, prestasi akademik menjadi rendah serta adanya gangguan psikis, dan bisa menghambat tumbuh-kembang anak.

Terkait dampak dampak yang akan diemban anak anak korban pelecehan seksual Enis Safrin Aldin selaku Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat meminta segenap elemen masyarakat dan perangkat hukum untuk sama sama mengantisipasi tindakan pelecehan seksual atau pencabulan terhadap anak khususnya dan wanita pada umumnya dan menghukum seberat beratnya para pelaku agar efek jera dan membuat orang berpikir seribu kali untuk melakukannya.

"Kami berharap masyarakat melalui berbagai organisasi kemasyarakatan baik itu berbasis agama, kepemudaan maupun institusi lintas sektoral untuk bahu membahu melaksanakan kegiatannya yang bersifat edukatif dan preventif dalam mencegah adanya peristiwa pencabulan khususnya terhadap Anka di lingkungan msyarakat," papar Ernis.

"Mana suara mereka apakah di benarkan atau di maklumi pelecehan seksual dan pencabulan terhadap anak anak dibumi di kabupaten yg bertuah ini,jangan hanya fokus ke Pemilu atau polres aja.Ini didepan mata ditanah yang menghidupi kita ada persoalan yang mengenaskan dan jangan biarkan anak anak korban tersebut sendiri dalam memperjuangkan keadilan dan derita mereka," aja tegas Ernis dengan sedikit emosi kepada halKAhalKI.com di Stabat Minggu 16/9/2019./ref