P2TP2A Langkat Laporkan Kasus Kejahatan Seksual di SDN Pangkalan Siata Ke Polres Langkat.

Foto : Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat Ernis Safrin saat melaporkan kasus cabul yang diduga dilakukan Marz oknum Guru terhadap 4 siswanya di SDN Pangkalan Siata./hK2 dok fito

halKAhalKI.com, Langkat - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat Senin siang 29/10/2018 mendatangi Polres Langkat untuk mengadukan kejahatan seksual yang diduga dilakukan Marz (lk,30) terhadap 4 anak siswa SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu.

Ke 4 siswa perempuan SD Negeri 056642 antara lain FZ dan DR siswa kelas III, SA siswa kelas IV dan AH siswa kelas V yang berusia 9 hingga 11 tahun yang menjadi korban kejahatan seksual Guru mereka yan berstatus honorer.

Baca juga:
KPAI Minta Polisi Tangkap Oknum Guru yang Mencabuli Siswanya di Pangkalan Siata, Langkat
P2TP2A Langkat : Kasus Guru Cabuli 4 Siswanya di Damaikan Kades P.Siata

Kedatangan P2TP2A guna melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Langkat dan laporan diterima Polres Langkat dengan nomor LP/724/X/2018/SU/LKT tanggal 29 Oktober 2018.

Foto : P2TP2A Kabupaten Langkat di SPKT Polres Langkat melaporkan kasus cabul yang diduga dilakukan Marz oknum Guru terhadap 4 siswanya di SDN Pangkalan Siata,29/10/2018./hK2 dok foto

Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat Ernis Safrin kepada halKAhalKI.com usai melaporkan kejahatan seksual yang dialami 4 siswa SD Negeri 056642 Pangkalan Siata menyatakan bahwa pelaporan terhadap kasus tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral P2TP2A Kabupaten Langkat.

"Didalam undang undang perlindungan anak pasal 59 pemerintah,lembaga atau orang perorang memberikan perlindungan terhadap anak, atas dasar tersebut kita melaporkan kejadian atau peristiwa pencabulan anak yang di lakukan seorong guru terhadap 4 anak yg masih di bawah umur disekolah tersebut,"tutur Ernis.

Baca juga :
P2TP2A Langkat ke Pematang Siata, Investigasi Kasus Guru Cabuli 4 Siswa SD
Tragis, Oknum Guru Honorer Diduga Cabuli 4 Siswa SD di Langkat.

"Makanya P2TP2A melaporkan ke polres langkat, walaupun keluarga korban tidak melaporkannya dengan alasan sudah berdamai dengan sejumlah uang. Kasus anak termasuk kejahatan luar biasa dan didalam undang undang perlindungan anak tidak mengenal perdamaian antara pelaku dan korban dan jikapun dilakukan tetap tidak menyurutkan proses hukumnya tetap di lanjutkan, lanjut Koordintor P2TP2A Kabupaten Langkat tersebut.

"Kita berharap pihak Polres Langkat dapat menangkap pelaku kejahatan seksual anak tersebut secepatnya termasuk juga kasus guru kepala sekolah di Padang Tualang yang melakukan oral sex pada murid perempuannya siswa kelas 3 SD, "tegas Ernis dengan geram./ref.