P2TP2A Langkat ke Pematang Siata, Investigasi Kasus Guru Cabuli 4 Siswa SD

Foto : P2TP2A investigasi kasus Guru cabuli 4 siswa SD di Pematang Siata Kecamatan Pangkalan Susu, Sabtu 15/9/2018/ dok foto hK2

halKAhalKI.com ,Pangkalan Siata Langkat - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat menindaklanjuti pemberitaan kasus pencabulan yang dilakukan Marz (30) oknum Guru honorer. Sabtu 15/9/2018 P2TP2A melakukan investigasi lapangan ke Desa Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu.

Terungkapnya kasus yang melibatkan Marz seorang Guru honorer yang juga merangkap sebagai Bendahara Desa Pematang Siata dan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pematang Siata Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Baca juga :
Tragis, Oknum Guru Honorer Diduga Cabuli 4 Siswa SD di Langkat

Empat siswa perempuan yang berumur sekitar 9 hingga 11 tahun menjadi korban pencabulan yang diduga pelakunya Guru mereka Marz antara lain FZ dan DR siswa kelas III, SA siswa kelas IV dan AH siswa kelas V SD 056642 Pangkalan Siata.

Tim P2TP2A dipimpin langsung Koordinatornya Ernis Syafrin Aldin sebelum Pangkalan Siata menjumpai Kepala SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru, Pangkalan Siata, Salmah yang kebetulan berada di SD 1 Pangkalan Susu dalam rangka persiapan ujian siswanya hari Senin 17/9/2018.

Kepada P2TP2A, Salmah membenarkan adanya dugaan pencabulan oleh Marzuki salah seorang Guru bawahannya.Salmah juga menyatakan pihaknya mengetahui peristiwa tersebut dari pengakuan siswanya, yang bermula dari saat latihan menari di sekolahnya yang diikuti beberapa siswa termasuk korban.

Dalam latihan tersebut Guru yang membimbing latihan tersebut melihat melihat salah seorang siswa dalam latihan tersebut kondisinya tidak semangat dan lemah, kemudian oleh Guru tersebut di tanyai dan akhirnya dari siswa yang ditanyai tersebut di ketahui peristiwa pencabulan tersebut.

Mendengar hal tersebut, kemudian Guru tersebut menghubungi Komite Sekolah dan Kepala Dusun Setempat dan kembali menanyai siswa korban dan merekam dalam bentuk video keterangan siswa tersebut.

Kepada P2TP2A,Salma mengakui saat itu dirinya melaksanakan tugas luar untuk kepentingan sekolah yang dipimpinnya.

Dalam pertemuan tersebut Kepala Sekolah SD Negeri 056642 tersebut sempat mempertunjukan rekaman video pernyataan siswa korban tentang peristiwa terkait pencabulan yang dialaminya dan sangat menyayat hati.

Setelah menemui Kepala Sekolah dan berkoordinasi dengan Kepala Kecamatan (Camat) Pangkalan Susu T Fahrizal Azmi, P2TP2A Kabupaten Langkat menuju Pangkalan Siata dengan mengunakan Kapal Motor yang di fasilitasi Camat T Fahrizal Azmi.

Setelah lebih dari 1 jam mengarungi perairan yang membatasi daratan Pangkalan Susu, akhirnya tim sampai di demaga kayu yang sangat sederhana di Kampung Baru, Pematang Siata.

Di sebuah warung di Dusun Kampung Baru yang letaknya sekitar 50 meter dari SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru P2TP2A Langkat menemui Ketua Komite SD Negeri 056642, beberapa Guru Wanita yang mendengar langsung keterangan siswa siswa SD korban pencabulan tersebut.

Baca juga :
Guru Cabuli 4 Siswa Terancam Pecat Oleh Kadisdik Langkat
Diduga Cabul Ketua PPS Pangkalan Siata, Akan di Pecat KPU Langkat

Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat Ernis Syafrin Aldin kepada halKAhalKI.com menyatakan sangat menyayat hati jika peristiwa pencabulan terhadap anak anak siswa SD tersebut.

"Kita telah mendengar keterangan dari masyarakat, keterangan dari pihak Sekolah, Komite Sekolah dan camat." tutur Ernis.

"Dan benar itu terjadi pencabulan yang dilakukan Guru SD di sekolah tersebut (SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru,red).

Sementara itu ditempat yang sama Abdul Hamid Nasution tokoh masyarakat setempat meminta kasus ini harus proses secara hukum.

"Maunya kami pelaku di tindak sesuai hukum yang berlaku, kita tidak mau ada Guru yang punya kelakuan yg tidak senonoh terhadap anak anak didaerahnya ini. Dan juga supaya jera dan kejadian ini tidak terulang kembali baik di kampung kami maupun di tempat lain," kata Nasution mengungkap rasa marah dan geramnya./ref