P2TP2A Dampingin Anak Korban “Juice Oli”.

FOTO : Orang tua Siswa korban peristiwa siswa di suruh minum oli oleh oknum Guru SMK Al Maksum bertemu dengan Koordinator P2TP2A Kab Langkat Erni Syafri Aldin,mINGGU 3/9/2017

halKAhalKI.com - Langkat :Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat, melalui Koordinatornya Ernis Safrin Aldin mengungkapkan,P2TP2A Langkat mendampingi siswa siswa SMK Al Maksum yang disuruh minum "juice" oli campur saos dan abu rokok oleh Adi Wibowo oknum Guru SMK AL Maksum.

Kepastian ini di peroleh halKAhalKi.com langsung dari Ernis Safrin Aldin yang mengunjungi rumah beberapa orang tua siswa di Dusun 2 negeri 9 Desa Perdamaian Kecamatan Binjai,yang mengalami peristiwa yang mengejutkan masyarakat.

'Kita akan dampingi siswa siswa yang kebetulan masih berusia anak,besok (Senin, 4/9/2017,red) kita akan bawa beberapa anak untuk diperiksakan kondisi kesehatannya pasca kejadian dan setelah selesai kita akan dampingi para siswa dan orang tua mengadukan persoalan ini ke Polres Langkat".

Baca juga :
Orang Tua Siswa Minum Oli Menempuh Jalur Hukum.
Masih Mual dan Muntah Beberapa Siswa Pasca Minum “Juice” Oli.
Perkara Surat Magang Tidak di Stempel Berujung Minum “Juice” Oli Campur Saos Dan Abu Rokok
Luar Biasa, 9 Siswa SMK Al-Maksum Dipaksa Oknum Guru Minum Oli Campur Saos.

"Apa yang telah dilakukan Adi Wibowo terhadap anak anak ini sangat diluar nalar kita apalagi dilakukan didalam institusi pendidikan yang seharusnya steril dari tindakan tindakan yang merugikan anak,hebat di Asia Wibowo itu apalagi saya dengar dari anak anak dan para orang tua ini,anak anak diancam pelaku".

Lanjut Ernis, "Kepala Sekolah dan Sekolah punya tanggung jawab terhadap terjadinya kasus ini,mereka harus bertanggung jawab kepada para orang tua yang menitipkan anaknya belajar dr i sekolah itu,mereka juga harus bertanggung jawab terhadap anak anak ini baik kondisi kesehatan korban pasca kejadian juga tanggung jawab terhadap kondisi psikologi anak pasca kejadian, Kasek (Kepala Sekolah,red) dan sekolah juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat luas mengapa kejadian ini bisa terjadi dan luput dari perhatihan mereka,",tegas Ernis dengan nada geram.

Sebelumnya Kepala Sekolah SMK Al Maksum Stabat kepada halKAhalKi.com saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan peristiwa tersebut terjadi di sekolahnya. 'pihak sekolah telah menemui para orang tua dan telah bicara,orang tua telah menerima perlakuan tersebut serta tidak memperpanjang persoalan asalkan Adi Wibowo dipecat dari sekolah", ujar Muhammad Sadri,MM melalui sambungan seluler./ref