Nelayan Langkat, 5 Hari Menghilang di Laut

halKAhalKI.com, Langkat - Hampir seminggu Hermansyah (41) belum diketahui nasibnya.Nelayan asal Lingkungan Borboran, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat hingga kini tak di ketahui nasibnya setelah dikabarkan hilangditengah laut.Kondiso ini membuat masyarakat setempat dan keluarga berupaya dengan berbagai cara untuk menemukan Hermansyah pria ber\nanak 4 ini, Rabu (12/12/2018).

Istri Hermansyah, Umi senantiasa berharap masyarakat dan keluarga yang mencari menemukan suaminya penopang kehidupan keluarganya dengan kondisi baik tanpa kurang apapun sambil menghapus airmata dipipinya wanita beranak 4 tersebut.

"Saya sudah melaporkan kejadian ini. Baik ke Satpol Air Polres Langkat dan Kamla TNI AL. Sayang, mereka seolah acuh," lirih Umi, didampingi Azhar Kasim Direktur Rumah Bahari.

Umi bercerita sembari terisak menahan tangis menyatakan, suaminya pergi dari rumah tepat pada hari Kamis 7 Desember 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. Korban berangkat untuk melaut seorang diri menembus kesunyian malam ditengah laut. Berharap, hasil tangkapan dapat menghidupi anak-anaknya. "Gak ada firasat buruk saat abang pergi, memang sehari-hari abang melaut pekerjaanya untuk menafkahi kami," kata wanita yang mengenakan hijab hitam tersebut.

Sayang, jelas dia, keesokan harinya beberapa nelayan melihat ada perahu berjalan ditengah laut tanpa awak. Merasa curiga, rekan-rekan nelayan lain mencari tahu perahu siapa tanpa awak berjalan dengan mesin dalam kondisi hidup. Setelah rekan korban mengetahui jika perahu tersebut milik Hermasyah. Lantas penemuan ini diberitahukan kepada istrinya.

"Saya tahu dari teman abang, mereka bilang abang menghilang sementara perahunya ada dan mesin hidup," jelasnya.

Dari sinilah kepanikan timbul, Umi langsung menangis histeris dan meminta agar rekan korban untuk membantu mencari. Baik masyarakat dan nelayan disanapun mencari korban yang dikabarkan menghilang ini. Berbagai upayapun ditempuh dan secara swadaya agar korban dapat ditemukan.

"Apa lagi yang mesti saya lakukan. Abang adalah tulang punggung kami. Gimana nasib anak-anak," ucap Umi, kembali berurai air mata berharap suaminya ditemukan dan pihak terkait dapat membantu pencarian.

Terkait peristiwa tersebut, Azhar Kasim selaku Direktur Rumah Bahari berusaha membantu Umi. Bahkan diakuinya, selain mengerahkan nelayan, pihaknya membantu keluarga korban menyurati instansi terkait. Sembari mendorong instansi terkait untuk berupaya melakukan pencarian korban. "Kita sudah surati instansi terkait," jelas Azhar Kasim, aktifis pelestarian Mangrove ini.

Dengan ini, dirinya juga meminta pihak Kamla dan Satpol Air, jangan mengabaikan laporan masyarakat. Karena ini hak rakyat, jadi harus ditanggapi cepat. "Ini menyakut nyawa nelayan. Dinas Perikanan Langkat harus mendorong dan dan tanggap atas peristiwa ini. Jangan hanya diam," pungkasnya./ref