Mobil Tercebur Ke Sungai Wampu,5 Berhasil ditemukan, 3 Diantaranya Anak dan Telah di Makamkan

Foto : Jenaza 5 Korban Peristiwa Mobil Kecebur Sungai Wampu di semayamkan di rumah Duka,Sebelum di kebumikan,,Stungkit Sabtu 19/1/2019. ist

halKAhalKI.com, Langkat - Satu keluarga terdiri dari kakek,nenek, anak,menantu dan cucu menjadi korban akibat mobil taft berwarna putih dengan Nomol Polisi BK 1810 PC yang mereka naiki tercebur di Sungai Wampu,Jum'at 18/1/2019.

Satu keluarga yang berjumlah 7 orang tersebut antara lain Suyadi Udo Usman (lk, 68) warga Dusun II Stungkit kec. Wampu Kab Langkat, Sarinem (Pr,90) Warga Dusun VII Bukit Tengah Desa Stungkit Kec Wampu Kab Langkat, Sujoko Hartawinata (Lk,4) warga Dusun II Stungkit Kec. Wampu Kab Langkat, Riski (Lk,9)warga Dusun VII Desa Stungkit Kec Wampu Kab langkat, April (Pr,4) warga Dusun VII Stungkit Kec Wampu Kab Langkat.

Dan Kliwon (Lk,50) warga Dusun VII Desa Stungkit Kec Wampu Kab Langkat serta Nurhayati (Pr,48) warga Dusun VII Bukit Tengah Desa Stungkit Kec Wampu Kab langkat.

https://youtu.be/E4jMIi4SfSg

Informasi yang dihimpun halKAhalKI.com menyatakan, keluarga tersebut rencananya akan ke Mandailing Natal (Madina) dari Stungkit dan menaiki getek (rakit,red) penyeberangan yang membelah sungai wampu menuju Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu,Jum'at (18/1/2019) sekira pukul 12.15 WIB.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan melalui Kasubag Humas Polrers Langkat AKP Arnold Hasibuhan menyatakan kronologis kejadian berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP.

"Mobil taft warna dengan BK 1810 PC dikemudikan Suyadi Udo Usman dan keluarga hendak menyebrang ke Desa Pertumbukan dengan menggunakan Getek penyebrangan yang berada didusun V Desa Stungkit Kec. Wampu kemudian sesampainya di getek penyeberangan Suyadi Udo Usman menaikkan mobil ke getek penyebrangan dan memarkirkan mobil tersebut dalam kondisi mesin mobil hidup," kata AKP Arnold Hasibuhan.

"Beberapa saat kemudian Suyadi hendak membeli semangka dengan posisi tidak turun dari mobil, kemudian datanglah pekerja getek yg bernama ngatimin dan memberikan semangka tersebut kepada Suyadi," lanjut Kasubag Humas Polres Langkat tersebut.

"Setelah itu mobil taft putih tersebut tiba tiba jalan, menyadari hal tersebut Ngatimin mencoba mengganjal ban belakang dengan kayu ganjalan, hal tersebut tidak mampu mencegah lajunya mobil hingga terjung ke sungai wampu," jelas Arnold.

Dalam peristiwa tersebut Polres Langkat telah memintai keterangan empat orang saksi yang mengetahui peristiwa tersebut, masing masing,
Muhammad Yakuf (54) pemilik getek warga Pulo Blok II Desa selayang ,Kec.Selesai,Kab.Langkat, Syahrial (60) warga Simpang Pulo Desa Selayang Baru ,Kec Selesai,Kab Langkat, Syaupi (59) warga Dusun V Stungkit Kec. Wampu Kab. Langkat dan Ngatimin (73) warga Dusun VI Stungkit Kec Wampu Kab Langkat.

AKP Arnold Hasibuhan juga menambahkan dari tujuh orang yang berada di mobil Taft tersebut 5 diantaranya telah di ketmukan dalam kondisi tidak bernyawa lagi dan 2 orang lagi masih dalam pencarian hingga berita ini di tayangkan.

"Hingga saat ini 5 korban yang telah ditemukan, 2 korban lagi belum ditemukan masih dalam pencarian di lokasi," tutur Arnol Hasibuhan kepada halKAhalKI.com, Sabtu (19/1/2019) Pukul 15.58 WIB

kelima korban yang berhasil ditemukan adalah, Suyadi Udo usman dan Sarinem serta tiga orang anak yaitu Sujoko hartawinata,Riski dan April. Kelima korban yang tewas telah dimakamkan oleh keluarganya sekira pukul 11.45 WIB, Sabtu 19/1/2019 di Pemakaman Umum Stungkit.

Sedangkan dua orang yang belum ditemukan adalah Kliwon dan Nurhayati. /ref