Menkumham : Indonesia Deteksi dan Kejar Uang Hasil Kejahatan 2.809,6 triliun Yang Disimpan di Luar Negeri

halKAhalKI.com,Medan - Dalam upaya melakukan inventarisasi uang hasil kejahatan yang disimpan di luar negeri. Pemerintah Republik Indonesia terus menerus melakukan berbagai upaya bahkan akan memberikan hadiah bagi masyarakat yang membantu memberikan data terkait hal tersebut.

Perburuan uang hasil kejahatan yang dilarikan ke luar negeri, hingga kini sudah memasuki babak baru.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly usai menjadi narasumber dalam diskusi milineal di lapangan Merdeka Medan,Sabtu siang (16/2/2019) menyebutkan pemerintah sudah melakukan inventarisasi terhadap pelaku kejahatan yang tergolong dalam kelompok money laundry. Berikut nilai uang yang dilarikan keluar negeri oleh korupsi ke luar negeri.

Mutual legal assigmen (MLA) sudah dilakukan dengan negara Swiss dan Uni Emirat Arab. Di kedua negara ini terdeteksi uang sekitar 195 miliar dolar Amerika atau sekitar 2.809,6 triliun rupiah dengan asumsi kurs rupiah 14.400 per dolar Amerika.

Yasonna laoly juga menyebutkan, Indonesia sudah meminta Swiss dan Uni Emirat Arab untuk memblokir dana dana yang tersimpan di kedua negara tersebut, agar tidak ditransfer lagi oleh para koruptor tersebut ke negara lain, sehingga peluang untuk mengembalikan dana tersebut, menjadi lebih besar.

Dengan negara Swiss, Indonesia sudah melakukan membuat kerjasama lebih dalam untuk melakukan pertukaran dana keuangan untuk kepentingan perpajakan atau automatic exchange of informastion serta saling bertukar informasi rekening keuangan secara otomatis sesuai dengan Common Reporting Standar atau CRS yang pada awal 2019 ini dilakukan.

Dana yang diparkir di luar negeri dengan nilai yang sangat besar ini, akan segera dirampas untuk negara, sehingga bisa dimanfaatkan untuk membangun indonesia karena uang tersebut merupakan hak negara.

Meskipun saat ini pemerintah, dalam hal ini kerjasama Kepolisian, KPK, Menteri Keuangan dan Kejaksaan dan PPATK sudah melakukan identivikasi, namun Yasonna Laoly berjanji,  apabila masyarakat memiliki informasi yang akurat, akan diterima dan diberi hadiah yang nilainya cukup fantastis./ck/ref