Mahasiswa Aceh, Kurir Sabu di Tangkap Polsek Gebang

halKAhalKI.com, Langkat- Kepolisian Sektor (Polsek) Gebang ringkus Muhammad Azizi alias Aji (34) penduduk Kandang Samalanga Desa Kandang Kecamatan Bireuen Kabupaten Aceh Utara Provinsi NAD, kurir sabu seberat lebih kurang 1000 gram,Sabtu (30/3/2019) sekira jam 07.30 WIB.

Informasi yang dirangkum halKAhalKI.com, menyebutkan Muhammad Azizi yang berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Aceh.Dibekuk setelah bus ATS BL 7525 AA jurusan Banda Aceh tujuan Jakarta yang ditumpanginya disweeping dalam razia Kepolisian di depan Polsek Gebang.

Pengakuan tersangka, sabu yang ia bawa didalam tas sandang warna hitam dari Aceh akan dibawa ke Jambi, dengan imbalan Rp 10 jut jika sabu yang dibawanya sampai tujuan. Tersangka baru menerima uang pendahuluan Rp 2 juta.

Foto : Tersangka kurir sabu asal Aceh bersama personil Polsek Gebang usai ditangkap,Sabtu (30/3/2019)/ist

Kapolsek Gebang AKP Hendri Tobing membenarkan penangkapan tersangka dalam sweeping yang dilakukan personil Polsek yang dipimpinnya.

"Barang bukti yang kita amankan sebanyak 4 bungkus yang berisi diduga sabu,"tutur AKP Hendri Tobing

"Begitu kita amankan langsung kita kirim ke Polres Langkat dan penimbangan berat barang bukti di Polres Langkat," ungkap Kapolsek Gebang

Sementara itu Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat AKP M Yunus Tarigan kepada halKAhalKI.com sangat mengapresiasi jajaran Polsek Gebang yang berhasil menggagalkan perjalanan kurir sabu dan peredaran sabu lebih kurang 1 kilogram tersebut.

"Kerja Polsek Gebang sudah bagus, giat (kegiatan,red) melaksanakan sweeping antisipasi melintasnya narkoba di Wilayah Langkat," Kata Yunus Tarigan.

"Kemudian hal serupa tetap kita lakukan (sweeping) baik jajaran Polsek yang ada di jalan lintas Sumatera maupun Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat,"ungkap Kasat Res Narkoba Polres Langkat tersebut.

Karena perbuatannya saat ini Muhammad Azizi alias Aji (34) bersama barang bukti sabu yang dibawanya berada di Polres Langkat guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut./ref