Luar Biasa, 9 Siswa SMK Al-Maksum Dipaksa Oknum Guru Minum Oli Campur Saos IP

halKAhalKI.com - Stabat : Perlakuan tidak pada tempatnya di lakukan seorang pendidik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diselenggarakan Yayasan Al-Maksum Stabat Kabupaten Langkat kepada 9 siswa SMK Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).

Informasi yang dihimpun jurnalis dari para orang tua siswa yang menjadi korban, menyatakan bahwa pada hari Selasa 29/8/2017 saat jam belajar berlangsung 9 siswa tersebut di hukum Guru SMK Al-Maksum yang bernama Adi Wibowo, siswa siswa diminta untuk meminum oli yang dicampur saos dan sisa sisa kopi sachet.

Bagi siswa yang tidak menuruti perintah,Adi Wibowo meminta siswa untuk melakukan push up 100 kali.

Salah seorang siswa yang berinisial B yang tidak dapat menyelesaikan 100 kali push up, oleh Adi Wibowo dilempar gelas persis didepan wajahnya hingga pecahan gelas mengenai badannya.

Ke 10 siswa yang mengalami perlakuan tidak layak dari Gurunya antara lain Dv, Fr, MH,Dr,Nn,By,Di ,AI dan Li,

Isna (42) salah salah satu orang tua siswa mengatakan, "anak saya dan cucu saya memang di suruh minum oli sama Pak Wibowo,saya sangat menyanyangkan prilaku oknum Guru Al-Maksum yang mengancam anak anak jika ada yang berani melaporkan dan dirinya masuk (penjara=red) akan dicarinya anak anak tersebut".

Lanjut Isna, "Ari Wibowo juga melakukan pengancaman kepada sepuluh anak yang di hukum agar jangan bilang sama orang tua kalian, kalau sampai kalian bilang dan saya masuk penjara, maka kalian semua akan saya bunuh", tutur Isna dengan geramnya.

Akibat dipaksa menerima perlakuan dari Ari Wibowo siswa siswa SMK Al Maksum tersebut diantaranya Dv,Fr,MH Dr dan Nn
terganggu kesehatannya dan dirawat orang tunya dirumahnya masing.

Berkaitan dengan hal tersebut Kepala SMK Al-Maksum Stabat, M.Sadri MM kepada halKAhalKi.com saat di konfirmasi kebenaran peristiwa 9 Siswa SMK Al-Maksum dipaksa meminum oli yang bercampur saos pada jam pelajaran terakhir.Membenarkan peristiwa tersebut,"pihak sekolah telah menemui para orang tua dan telah bicara,orang tua telah menerima perlakuan tersebut serta tidak memperpanjang persoalan asalkan Adi Wibowo dipecat dari sekolah", ujar Sadri melalui sambungan seluler kepada halKAhalKI.com.

Saat disinggung halKhalKI.com terkait tanggung jawab sekolah dan dirinya sebagai kepala Sekolah kepada para siswa, orang tua serta masyarakat,Sadri menuturkan,"pihak Yayasan telah menugaskan bagian Diklat untuk urusi soal ini bang,dan telah dikeluarkan dari sekolah Guru itu,kilah Sadri.

Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat, Enis Syafrin angkat bicara dan mengatakan kegeramannya atas perlakuan Adi Wibowo Guru SMK Al-Maksum Stabat,"Perlakuan yang diterima siswa siswa dari Gurunya sangat tidak berprikemanusiaan dan mencederai hak anak, Kepala Sekolah punya tanggung jawab akan terjadinya peristiwa yang mengenaskan itu".

Lanjut Enis,"Seharusnya Kepala Sekolah punya kewajiban melaporkan dugaan tindak pidana penganiayan yang mencederai hak anak kepada Polisi,terlepas dari kesalahan siswa seharusnya Guru itu jika harus menghukum siswa pake cara cara yang lebih mendidik,kita minta Polisi untuk mengusut peristiwa ini ke Al-Maksum". tegas Enis dengan geramnya./ref