LBH Medan Duga Unprosedural Penangkapan dan Penyitaan Terhadap Keluarga Suwito Lagola Mantan Juara Dunia Tinju

Konfrensi Pers LBH Medan : Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra, SH.,MH bersama Suwito Lagola,dan keluarganya (Herawaty, Derajat dan Pohan) saat menyampaikan paparannya di Kantor LBH Medan Jalan Hindu Medan, Selasa siang (2/11/2021).

halKAhalKI.com, Medan | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menduga telah terjadi penangkapan dan penyitaan yang unprosedural tehadap keluarga mantan petinju Suwito Lagola yang pernah mengukir prestasi, juara dunia welter WBF .

Hal ini disampaikan Wakil Direktur LBH Medan Irvan Saputra, SH.,MH didampingi Marselinus Duha serta Suwito Lagola bersama keluarganya dalam konfrensi Pers LBH Medan di Kantor LBH Medan Jalan Hindu Medan, Selas (2/11/2021) sekira pukul 14.00 WIB.

Dalam paparannya Irvan Saputra menyatakan pada hari Minggu, 31 Oktober 2021 telah terjadi dugaan penangkapan yang diduga dilakukan oleh Polres Jakarta Selatan bersama Polres Langkat terhadap keluarga mantan petinju juara dunia welter WBF yaitu Suwito Lagola. Penangkap dilakukan terhadap Istri, anak dan menantu Suwito Lagola (Herawaty, Derajat dan Pohan) yang terjadi di rumahnya di Jalan Sidorejo, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Menurut LBH Medan, bahwa pada pukul 21.37 WIB tepatnya pada tanggal 31 Oktober 2021, diduga beberapa oknum Kepolisian yang mengaku dari Polres Jakarta Selatan dan Polres Langkat dengan mengendarai Tiga unit mobil datang kerumah Suwito Lagola. Kedatangan para oknum tersebut diduga langsung menuduh Derajat Lagola 17 Tahun (anak dibawah umur) terlibat tindak pidana transaksi narkotika melalui media sosial facebook. Dengan sebelumnya oknum tersebut membawa saksi untuk memastikan jika Derajat Lagola terlibat. Namun seketika itu Derajat Lagola membantah dan mengatakan jika dia tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan dan tidak mengenali saksi tersebut.

"Pasca terjadi perdebatan, oknum polisi tersebut meminta Derajat Lagola untuk ikut ke kantor polisi dan memintanya untuk membawa baju. Atas permintaan tersebut kembali Derajat Lagola menolak dan mengatakan sebelum dibawa saya harus bilang ke orang tua saya. Tidak lama kemudian Herawaty dan Suwito Lagola yang merupakan ayah dan ibu dari Derajat Lagola keluar dari kamar. Ketika keluar pihak kepolisian menanyakan kepada Herawaty ibu punya Handphone dan begitu juga dengan Suwito Lagola," sebut Irvan.

Selanjutnya 1 2 3