LBH Medan : Banting Mahasiswa, Korban Jadi Tersangka, Bukti Polri Masih Jauh Dari Profesional, Proporsional & Prosedural

LBH Medan. / dok

halKAhalKI.com, Medan | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan menyoroti tindakan represif kepolisian yang terulang kembali, hal tersebut terjadi ketika aksi demonstrasi damai yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Tanggerang (Himata) di depan kantor Bupati Tanggerang pada tanggal 13 Oktober 2021.

Dimana telah beredar di masyarakat luas (viral) video seorang oknum Polisi yang diketahui berpangkat Brigadir dengan inisial NP diduga secara tidak manusiawi membanting salah satu mahasiswa yang berinisial MFA. Seketika melakukan perbutannya tersebut oknum polisi yang bersangkutan diduga meninggalkan MFA begitu saja tanpa menghiraukan MFA yang saat itu telah kejang-kejang akibat perbuatan NP.

Atas kejadian pembantingan itu pihak Kepolisian Resor Tanggerang dan Kapolda Banten telah menyampikan permintaan maafnya kepada MFA yang dilakukan di Polres Tanggerang.

Hal ini disampaikan LBH Medan dalam Rilis Pers Nomor :251/LBH/RP/X/2021 yang diterima redaksi halKAhalKI.com 14 Oktober 2021.

Menurut LBH Medan dalam rilis tersebut, tidak hanya tindakan represif saja, saat ini di Medan terjadi tindakan yang diduga tidak Profesional, Proporsional & Prosedural yang dilakukan oleh pihak Polsek Percut Sei Tuan terkait penetapan tersangka terhadap seorang pedagang wanita yang berinisial LG, yang merupakan korban dugaan tindak pidana penganiayan secara bersama-sama oleh para preman. Dimana satu diantaranya berinisial BS telah ditangkap dan ditahan, serta dua orang lagi sedang dilakukan pengejaran.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...