Laporan Fakhruddin Pohan Terkait Romo HM Syafi’i Ditetapkan Gakkumdu Memenuhi Unsur Pidana Pemilu

Foto : Fakhruddin Pohan

halKAhalKI.com, Medan - Kasus dugaan  penghasutan oleh Romo Raden HM Syafii yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara oleh seorang warga  Medan bernama Fakhruddin Pohan atas berbagai penyataannya saat berorasi pada 'Apel Siaga 222 Lawan Kriminalisasi/Kecurangan-Deklarasi Pilkada Damai' yang digelar di Depan Masjid Raya Al Mashun, Medan, pada Jumat 22 Februari 2019 lalu.

Laporan Fakhruddin tersebut oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari Bawaslu Sumatera Utara, Polda Sumatera Utara dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dinyatakan kasus tersebut  memenuhi unsur tindak pidana pemilu. Dengan demikian, kasus tersebut akan ditingkatkan ke proses penyidikan sebagaimana pemberitahuan tentang status laporan yang diterima Fakhruddin Pohan dari Bawaslu Sumatera Utara.

Foto : Pemberitahuan Tentang Status Laporan,Bawaslu Sumut

Penetapan status bahwa kasus tersebut memenuhi unsur pidana pemilu dilakukan setelah Sentra Gakkumdu melakukan rapat membahas kasus tersebut pada Selasa (19/3/2019) malam,sebagaimana dilansir dari RMOL

Dalam rapat tersebut mereka menimbang berbagai materi mulai dari pengaduan warga, keterangan dari para saksi, barang bukti hingga keterangan dari pelapor maupun klarifikasi dari terlapor.

“Ya statusnya dilanjutkan ke penyidikan,” kata Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan, Rabu (20/3/2019).

Syafrida menjelaskan dalam menetapkan status tersebut pihak Bawaslu Sumut sebenarnya memiliki pandangan lain terkait kasus tersebut. Namun demikian, ia memastikan hasil keputusan yang dikeluarkan dalam bentuk surat mengenai penetapan status kasus ini memenuhi unsur pidana pemilu tetap menjadi keputusan yang berlaku formal.

“Tidak bulat seluruh instansi dalam gakkumdu itu menyatakan ini memenuhi unsur karena kami punya pandangan lain. Tapi begitupun tentu ini menjadi keputusan secara kelembagaan,” ujarnya.

Setelah dinyatakan memenuhi unsur pidana, selanjutnya penanganan kasus ini akan diperiksa oleh penyidik kepolisian.

“Istilahnya dengan ditingkatkannya status ini maka penyidiklah yang memproses selanjutnya,” pungkasnya../ref