Lapas Narkotika Langkat Gagalkan Napi Sakit Seludupkan 250 gram Sabu

Foto : Kalapas Narkotika Klas III Langkat berhasil gagalkan RV warga binaan yang menyeludupkan 250 gram yang diduga sabu./istimewa

halKAhalKI.com, Langkat - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III Narkotika Langkat kembali tunjukan komitmennya untuk membuat Lapas zero narkotika. RV (23) warga binaan Lapas Narkotika Langkat tertangkap tangan menyeludupkan 250 gram sabu kedalam Lapas oleh Kepala Lapas Klas III Narkotika Langkat Bahtiar Sitepu bersama petugas Lapas lainnya, Kamis,6/9/2018.

Dari informasi yang dirangkum yang menyatakan pada hari Rabu,5/9/2018 RV salah satu warga bianan Lapas Narkotika Langkat mengeluh kesakitan pada pinggangnya kemudian karena mengaku sangat kesakitan di bawa petugas Lapas ke poliklinik yang ada di lingkungan Lapas.

Selanjutnya karena keterbatasan obat di poliklinik oleh perawat dirujuk ke RSU Tanjung Pura dan oleh dokter RS yang memeriksa RV disarankan untuk diopname.Keesok harinya (Kamis ,6/9/2018,red) sekira 14.00 WIB perawat poliklinik lapas menerima telepon dari perawat RSU Tanjung pura yang mengabarkan warga binaan sudah bisa di bawa pulang.

Foto : Bungkusan diduga sabu seberat 250 gram yang berhasil digagalkan masuk Lapas Klas III Narkotika Langkat./istimewa

Beberapa saat kemudian petugas dan perawat Lapas menjemput RV,setiba di areal portir Lapas, Kalapas Bahtiar Sitepu memerintahkan petugas untuk mengeledah warga binaan tersebut sebelum masuk ke Lapas dan dari penggeledahan tersebut ditemukan plastik hitam di belakang lutut kiri RV kemudian kami buka dan didalamnya terdapat 1 plastik putih yang berisi serbuk putih yang diduga narkotika seberat 250 gram".

Tertangkap tangannya RV warga binaan Lapas Narkotika Langkat yang akan menyeludupkan sabu ke dalam lapas di benarkan Bahtiar Sitepu, kepada halKAhalKI.com Kalapas Narkotika Langkat.

"Setelah kami geledah dan ditemukan bungkusan plastik yang diduga sabu, RV yang teregisterasi dengan nomor BI.181/2017 yang di hukum karena 2 perkara narkotika dengan masa hukuman masing masing 4 tahun & 4 tahun, kami mintai keterangan dan dirinya mengaku bahwa ia mendapatkan barang tersebut dari temannya yang membesuk dirumah sakit dan barang tersebut di berikan padanya didalam bungkusan nasi dan RV telah kami serahkan kepada Polres Langkat untuk penyelidikan lebih lanjut".

"Sesuai dengan Perintah Bapak Kakanwil dan Bapak Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumut dalam pemberantasan Narkoba di Lapas dan Rutan, Lapas Narkotika Langkat berupaya membuat zero narkotika di lingkungan lapas, termasuk mewaspadai setiap peluang masuknya narkotika kedalam Lapas baik oleh siapapun," tegas Bahtiar Sitepu./ref.