KPU Langkat Konsultasi Dengan KPU RI Terkait Menangnya Djohar Arifin di PTTUN Medan.

Foto : Ketua KPU Langkat Agus Arifin./dok hK2.

halKAhalKI.com , Stabat - Setelah putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) terkait sengketa pilkada Langkat yang memenangkan gugatan bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Langkat jalur perseorangan Djohar Arifin Husin dan Iskandar Sugito, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Langkat menyurati KPU RI. Surat yang mereka kirim berisi konsultasi hukum mengenai putusan PT TUN yang memenangkan Prof Djohar Arifin Husin-Iskadar Sugito.

"Hari ini kita kirim surat untuk meminta tanggapan kepada KPU agar memberikan pandangan mengenai putusan PT TUN," kata ketua KPU Langkat, Agus Arifin, Jumat (23/3/2018).

Agus mengatakan, walaupun nantinya KPU Langkat lah yang akan memutuskan tindakan apa yang akan mereka ambil, namun mereka dianggap perlu berkonsultasi dengan KPU RI.

"Segala langkah hukum yang akan kita ambil haruslah kita konsultasi kan terlebih dahulu walau pun keputusan tetap di tangan kita," katanya.

Menurut laki laki kelahiran asal kota Tanjung Pura tersebut, mereka akan mengambil langkah selanjutnya setelah mendapatkan wejangan dari KPU RI. Setelah itu, mereka akan melakukan rapat pleno.

"Setelah mendapatkan masukan dari KPU RI kita gelar rapat pleno. Di situ akan putuskan kita mau apa,"tuturnya.

Sebelumnya, PT TUN menerima permohonan Prof Djohar Arifin Husin-Iskadar Sugito yang meminta PT TUN menetapkan mereka sebagai calon bupati Langkat, berbeda dengan keputusan KPU Langkat yang memutuskan merasa tidak memenuhi syarat sehingga tidak ditetapkan sebagai calon bupati Langkat.

Dan pagi tadi (Jum'at,23/3/2018) kembali PTTUN Medan menyidangkan serta memutuskan perkara Pilkada Langkat yang melibatkan bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Langkat jalur perseorangan lainnya Irham ST dan Ahmad Zaidnur yang menggugat KPU Langkat.

Dalam putusannya majelis yang bersidang dari pukul 10.33 WIB hingga 11.09 WIB menolak seluruh gugatan Irham ST./ref