KPAI Minta Polisi Tangkap Oknum Guru yang Mencabuli Siswanya di Pangkalan Siata, Langkat

Foto : Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, usai pertemuan koordinasi yang di hadiri KPAI RI, LPSK RI, Sekdakab Langkat dan Polres Langkat, P2TPA2 Langkat serta P2TP2A Sumatera Utara di ruang pertemuan Sekdakab Langkat./istimewa.

halKAhalKI.com, Langkat - Terkait kasus pencabulan 4 anak siswa SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru Pangkalan Siata yang di duga dilakukab oleh Marz (lk,30) Guru hononer SD Negeri tersebut yang telah di beritakan terdahulu. Membuat Komisi Perlindungan Anak (KPAI) RI meminta Polisi segera menangkap pelakunya.

Dari informasi yang disampaikan KPAI, para korban berusia di bawah 10 tahun dan korban sudah lama dilecehkan, bahkan aksi tak bermoral itu kerap dilakukan di dalam kelas saat siswa lainnya tengah istirahat. Korban diancam tidak naik kelas jika melaporkan hal tersebut.

Baca juga :
Tragis, Oknum Guru Honorer Diduga Cabuli 4 Siswa SD di Langkat.
Guru Cabuli 4 Siswa Terancam Pecat Oleh Kadisdik Langkat

Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada jurnalis menyatakan sangat mendukung, pelaku diproses hukum sesuai dengan peraturan perundang undangan.

“Kasus kekerasan seksual oknum guru ini terungkap setelah salah satu korban menceritakan kepada orang tuanya mengenai perbuatan pelaku. Orang tua korban pun langsung melaporkan perbuatan pelaku kepada kepala sekolah. Hasilnya, pihak sekolah mendukung orang tua korban untuk memproses hukum pelaku,” kata Retno Listyarti, Minggu (21/10).

Selanjutnya Retno memaparkan, saat orang tua korban hendak melapor ke polisi, mereka dicegat kepala desa setempat dan dibujuk untuk dilakukan mediasi. Usut punya usut, kepala desa tersebut adalah kakak ipar pelaku. “Mediasi kemudian dilakukan dan dihasilkan kesepakatan beberapa pihak agar pelaku di hukum dengan diusir pergi dari kampung korban. Akibatnya, pelaku sudah tidak lagi berada di desa tersebut dan kini tidak diketahui keberadaannya."

Baca juga :
Diduga Cabul Ketua PPS Pangkalan Siata, Akan di Pecat KPU Langkat
P2TP2A Langkat ke Pematang Siata, Investigasi Kasus Guru Cabuli 4 Siswa SD

KPAI yang akhirnya menerima aduan dan turun tangan serta berkoordinasi dengan Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Pemerintah Kabupaten Langkat guna memberikan perlindungan bagi korban. Setelah dilakukan rapat koordinasi, KPAI meminta polisi menyelidiki kasus pelecehan seksual di Langkat dan menangkap si pelaku.

“Karena kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum guru SD ini bukan delik aduan, maka unit PPA Polres Langkat akan segera melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Selain itu, kami juga meminta Polres Langkat untuk serius melakukan pengusutan terhadap laporan kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 053982 Buluh Telang berinisial SG. KPAI mendorong Polres Langkat segera menangkap dan menahan pelaku,” kata Retno.

Baca juga :
P2TP2A Langkat : Kasus Guru Cabuli 4 Siswanya di Damaikan Kades P.Siata
Biadap..!!!, Kepala SDN Buluh Telang Paksa Muridnya Oral Sex.

KPAI juga mendorong LPSK memberikan perlindungan terhadap korban dan keluarganya saat kasus mulai diselidiki. Langkah selanjutnya, KPAI menyurati Kompolnas supaya melakukan pengawasan pada penyidik kepolisian yang menangani kasus kekerasan seksual di Langkat.

“KPAI akan bersurat kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) agar melakukan pengawasan terhadap penyidik kepolisian yang menangani kasus kekerasan seksual ini untuk bekerja demi keadilan dan kepentingan terbaik bagi para korban,” tutur Retno Listyarti Komisioner KPAI Bidang Pendidikan melalui keterangan tertulisnya yang dikirimkan kepada jurnalis./ril/boy.