Korwil I PP GMKI Minta Poldasu Amankan Kegiatan Natal di Sumut

Foto : Gito Pardede S. Agr Koordinator Wilayah 1 SUMUT - NAD PENGURUS PUSAT GMKI

halKAhalKI.com, Medan - Perayaan Natal bagi kaum Nasrani akan diselenggarakan di Medan pada tanggal 29 Desember 2018 yang rencananya akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diharapkan berlangsung dengan sukses tanpa kendala.

Hal ini dinyatakan Koordinator Wilayah I (Sumatera Utara-Nanggroe Aceh Darussalam) Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) Gito M Pardede kepada halKAhalKI.com melalui relisnya.

Gito M Pardede Korwil I PP GMKI nenyatakan,perayaan Natal Nasional RI yang akan diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara tanggal 29 Desember 2018 sudah semakin dekat, seluruh umat nasrani di Indonesia semangat dalam menyambut perayaan hari lahir Sang Juru Slamat umat kristiani ini secara terkhusus rakyat Sumatera Utara. Sebab Natal Nasional kali ini Sumatera Utara dipercayakan kembali setelah gagal nya Natal Nasional 2016 dikabupaten Humbang Hasundutan.

Disisi lain perayaan Natal Nasional menjadi tanggung jawab kita bersama. Terutama menyoal keamanan dan kesiapan aparat dalam mengamankan semua rangkaian natal yang ada di Sumatera Utara dan terkhusus Natal Nasional 2018 yang akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Sumatera Utara itu miniatur keberagaman bangsa ini, kita harus jaga dan kawal, jangan sampai ada kelompok radikal yang mencoba merusak momen yang mempersatukan masyarakat Sumatera Utara, dan harapannya Polda Sumatera Utara harus menunjukkan kesiapan dalam mengamankan Natal nantinya," ujar Gito, saat ditemui di Pusat Kegiatan Mahasiswa GMKI Medan, Jl Iskandar Muda No. 107a, Senin (3/12/2018)

Gito Pardede juga meminta Kapolda Sumatera Utara harus serius dalam menyambut Natal di Sumatera utara dan Natal Nasional RI di akhir Desember nanti, terutama tindak antisipasi teror dan gangguan lainnya dalam berbagai rangkaian natal nantinya hingga tahun baru.

"Kita bisa lihat kondisi di Indonesia saat ini, ada beberapa konflik masyarakat yang dimulai dari kurangnya menghargai kebebasan beribadah, contohnya, teror bom yang ada pada rumah ibadah di surabaya sampai pada penutupan dan penyegelan rumah ibadah yang terjadi di Jambi yang masih segar ada di ingatan kita. Tindakan pengamanan dari Polda Sumatera utara akan menjadi penilaian bagi masyarakat terhadap kinerja pengamanan seluruh perayaan Natal yang akan ada di Sumut, jangan sampai bulan penuh khidmat ini dirusak oleh orang orang yang kembali ingin merusak kerukunan umat beragama disumatera utara"

"Permasalahan keamanan di Kota Medan, belum sepenuhnya terselesaikan, masih banyak terlihat keresahan masyarakat apalagi mulai bermunculan nya preman-preman dan pelaku begal dimalam hari. Perayaan natal yang dilakukan dimalam hari menuntut polda sumatera utara memperketat pengamanan dengan mengaktifkan pos pos jaga dan personil pada objek vital terutama tempat ibadah atau gereja. Ini adalah PR Kapolda Sumatera Utara menjelang akhir tahun, Sumatera Utara harus aman dari upaya upaya mengganggu kebebasan beribadah" tambah nya./ril/ref