Komnas Perlindungan Anak Segera Berikan Pembelaan dan Perlindungan Puluhan Anak Korban Sodomi di Langkat

Arist Merdeka Sirait : siapapun yang mendamaikan kejahatan seksual terhadap anak dapat diancam pidana 5 tahun penjara dan atau denda 100 juta rupiah, sesuai ketentuan pasal 76 UU RI No. 35 Tahun 2014 dan dikategorikan ikut mendorong dan ikut serta membiarkan terjadinya kejahatan seksual.

halKAhalKI.com, Jakarta - Terkait kejahatan seksual yang diduga dilakukan DI (40) Ketua Yayasan sebuah lembaga pendidikan yang berada di Desa Serapuh ABC Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, terhadap puluhan siswa laki lakinya.

Menanggapi peristiwa tersebut Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak di kantornya di bilangan Pasar Rebo, Jakarta, Rabu (13/03/2019), menyatakan.Atas dugaan ini DI sebagaimana diatur dalam ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penerapan PERPU Nomor 01 Tahun 2016, junto UU RINnomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Ustad DI terancam pidana kurungan maksimal 20 tahun penjara dan atau dapat terancam hukuman pidana penjara seumur hidup.

"Jika DI nyata-nyata terbukti secara hukum melakukan kejahatan seksual terhadap puluhan siswanya, maka sesuai dengan ketentuan pasal 76D UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak danb karena sudah memenuhi unsur yang ditentukan pada pasal 82 UU RI no. 35 Tahun 2014, oleh karenanya tidak ada alasan Polres Langkat untuk tidak menangkap dan menahan DI untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya. Sebab kejahatan seksual terhadap anak oleh hukum nasional sudah dapat diancam hukuman pidana penjara mininal 10 tahun penjara dan telah dinyatakan pula sebagai kejahatan luar biasa lalu penangananan dan hukumannya pun mesti ditetapkan secara luar biasa, dengan demikian tidak ada kata "DAMAI" atas perkara yang memalukan ini,"sebut Arist Merdeka Sirait dalam merespon pengaduan warga masyarakat, para pekerja media serta para pegiat perlindungan anak di Langkat melalui telepon seluler.

Arist Merdeka juga menegaskan bagi siapapun yang memfasilitasi penyelesaian dugaan kejahatan seksual ini yang diduga dilakukan DI, dengan cara damai, dan siapapun orang dan jabatannya, dalam ketentuan pasal 76 UU RI No. 35 Tahun 2014 dapat dikategorikan ikut mendorong dan ikut serta membiarkan terjadinya kejahatan seksual, siapapun dia dan apapun latarbelakangnya dapat diancam pidana 5 tahun penjara dan atau denda 100 juta rupiah.

Lebih jauh Arist Merdeka Sirait putra Siantar ini memberikan penjelasan kepada media, bahwa dugaan kejahatan seksual terhadap anak terungkap ketika puluhan siswa laki-laki Senin 11 Maret 2019 pukul 19.00 WIB melarikan diri secara bersama-sama ke luar dari lingkungan asrama tempat mereka menginap dan belajar tersebut.

Untuk memastikan peristiwa ini, Komnas Pelindungan Anak sebagai institusi independen yang diberikan mandat (legal standing), tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlindungan Anak bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Propinsi Sumatera Utara, LPA Kabupaten, LPA Kota Medan dan Tim Sahabat Anak Indonesia segera mengujungi lembaga pendidikan yang berada di Dusun 2 Desa Serapuh ABC,Padang Tualang Kabupaten Langkat tersebut dan puluhan korban untuk diberikan layanan dan dampingan psikologis bagi korban.

Secara khusus pula kehadiran Komnas Perlindungan Anak di Langkat untuk melakukan kordinasi dengan Polres Kabupaten Langkat guna penegakan hukum atas peristiwa ini.

Atas perkara ini, Komnas Perlindungan Anak sangat percaya tehadap komitmen Kapolres Langkat dimana Polres Langkat akan segera bekerja cepat dan tepat demi penegakan hukum yang berkeadilan bagi korban dan demi kepentingan tetbaik korban, oleh sebab itu saya sudah perintahkan LPA SUMUT, Langkat dan Medan untuk melengkapi hasil investigasi yang sudah dilakukan untuk memperoleh bukti hukum permulaan yang cukup, tambah Arist penuh harap.

Sementara itu DI yang diduga melakukan kejahatan seksual tersebut telah diamankan Polres Langkat (Rabu,13/3/2019) dan kini DI berada dalam tahanan Polres Langkat.

Sebelumnya Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan kepada jurnalis (Rabu 13/3/2019) menyebutkan,pihaknya telah menggelar kasus tersebut dan DI pelaku telah di tahan.

Sementara penyidik Polres Langkat telah memeriksa para saksi dan terhadap korban dilakukan visum, papar Kapolres Langkat./ck/ref