Kodrat Shah: Masyarakat Tak Boleh Pecah Belah Tetap Bersatu Mesti Beda Pilihan

halKAhalKI.com, Medan- Ketua Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sumatera Utara, Kodrat Shah mengatakan masyarakat hendaknya jangan terpecah belah. Jangan gara-gara Pilpres, gara-gara beda pilihan, saling tidak tegur sapa.

"Masyarakat tak boleh pecah belah. Tetap bersatu mesti beda pilihan. Mengapa? Sebab nanti usai Pilpres kedua calon akan berpelukan bersalaman. Nah kita rakyat sudah terlanjur saling plotot-plototan, " jata Kodrat dihadapan ratusan masyarakat Medan Perjuangan.

Tetapi walau demikian Kodrat tetap berpesan kepada masyarakat bahwa apa yang selama ini didengar tentang pendiskreditan Islam adalah tidak benar. Menurutnya itu hanya isu yang dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kami dari Hanura siap menjadi yang terdepan membela Islam bapak-bapak dan Ibu-ibu. Saya terutama. Jika nanti bila kami menang, pemerintah melarang azan, saya akan memperjuangkannya di pusat. Saya berada di garda depan, " kata Kodrat serius.

Kodrat Shah hadir sebagai Caleg DPR RI dengan nomor 1 dari partai Hanura untuk Dapil 1. Begitu juga Edison Sianturi Caleg DPRSU Nomor 1 dan Rianto SH Caleg DPR Medan dengan No 4 di tengah-tengah masyarakat Medan Perjuanga, Jumat (29/3/2019).

"Jadi ibu-ibu dan bapak-bapak pilih kami bertiga ini. Maukah bapak-bapak dan ibu-ibu nemilih kami? " kata Kodrat yang serentak dijawab masyarakat dengan teriakan, "mau".

Sementara itu Rianto SH berpesan kepada masyarakat agar tidak Segan-segan untuk mengadukan segala masalah yang terhadi di daerah ini. Misalnya mengenai, lampu jalan, fasitas umum yang rusak, BPJS dan jalan rusak.

"Asal untuk kepentingan umum kami siap meperjuangkannya di DPR. Asal jangan mengadu untuk kepentingan pribadi. Tapi kalau sesekali bolehlah, " ujarnya disambut tepuktangan.

Edison Sianturi lebih kepada mencontohkan bagaimana cara mencoblos pada 17 April 2019 nanti. Edison yang juga sekretaris Partai Hanura Sumut, menambahkan bahwa kader Hanura siap dipanggil masyarakat kapan saja.

"Maksudnya ibu-ibu dan bapak-bapak, kami ini kan wakil kalian di dpr. Sebagai wakil kami harus siap jika dipanggil. Dipanggil untuk berembuk membangun daerah kita ini, bukan yang lain-lain, " terangnya.

Selanjutnya 1 2