KNPI Langkat Minta Kasus Juice Oli Diproses Sesuai Prosedur.

Foto : Ketua DPD KNPI Langkat,Heri Widiyanto.

halKahalKI.com - Stabat : Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Langkat Heri Widiyanto angkat bicara terkait kasus juice oli, yang melibatkan siswa siswa SMK Al Maksum sebagai korban dan oknum Guru Adi Wibowo yang diduga sebagai pelaku yang memaksa siswa minum juice oli.

Kepada halKAhalKI.com,di Stabat Minggu 10/9/2017,Heri Widiyanto menyatakan keperihatinannya terjadinya kasus juice oli di lingkungan sekolah."rencananya kita besok (Senin 11/9/2017,red) akan menghadap UPT Dinas Pendidikan dan Kapolres Langkat untuk membahas dan mempertanyakan kasus tersebut".

Lanjut Heri,"kita meminta kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk turun ke SMK Al Maksum menyelidiki kasus yang terjadi dilingkungan SMK tersebut yang telah mencoreng dunia pendidikan khusunya di Langkat dan juga kita meminta pihak Kepolisian untuk bertindak dan memproses kasus ini hingga di temukan pihak yang bertanggung jawab terhadaap terjadinya kasus yang telah dilaporkan ke Polres Langkat ini".

Baca juga :
Kasus “Juice Oli” Jadi Perhatihan Anggota DPRD Langkat.
Kabid PPA & P2TP2A Langkat Periksakan Kondisi Kesehatan Siswa “Juice Oli”.
P2TP2A Dampingin Anak Korban “Juice Oli”.

Heri juga menjelaskan salah seorang ponakannya DU yang beralamat di Stabat juga bersekolah di SMK Al Maksum di kelas III (XII,red) Otomotif sebagai korban dipaksa minum juice oli tersebut,"iya bang ponakanku juga korbannya dan baru bilang kemarin samaku",kata Heri melalui Whatsapp.

Merebaknya kasus juice oli ini,membuat Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kabid PPA) Dinas Pengendalian Penduduk,KB, Perlindungan Perempuan dan Anak Langkat,Mimi Wardani dan Koordinator Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Langkat, Enis Safrin Aldin bersikap mendampingi para korban untuk memeriksakan dampak juice oli pada kesehatan siswa yang menjadi korban ke Puskesmas Sambirejo dan RSU Tanjung Pura serta mendampingi korban dan keluarganya melaporkan peristiwa ini ke Polres Langkat.

Sebelumnya Kepala Sekolah SMK Al Maksum Stabat di konfirmasi halKAhalKI.com, membenarkan peristiwa tersebut terjadi di sekolahnya. "pihak sekolah telah menemui para orang tua dan telah bicara,orang tua telah menerima perlakuan tersebut serta tidak memperpanjang persoalan asalkan Adi Wibowo dipecat dari sekolah", ujar Muhammad Sadri,MM Kepala Sekolah SMK Al Maksum,/ref.