Ketiadaan Biaya,PTPS Bohorok Pasca Pemilu Dirawat Di Rumah

Foto : Hairijal (34),PTPS 7 Desa Timbang Jaya Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara.

halKAhalKI.com,Langkat - Usai Pemilu 2019 17 April 2019 yang menyita segenap perhatihan bangsa dan melelahkan para penyelenggara Pemilu dari segala tingkatan, menyisakan ragam persoalan. Diantaranya banyaknya penyelenggaran Pemilu yang mengalami musibah akibat kelelahan maupun sebab lainnya dalam menjalankan tugas kepemiluan yang diembannya.

Hairijal (34) salah satu pengawas Pemilu yang bertugas sebagai seorang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) 7 Desa Timbang Jaya Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara pasca melaksanakan tugasnya menderita sakit.

Hairijal yang kerap mengeluhkan sakit pada perutnya membuatnya harus keluar masuk institusi pelayanan kesehatan, sebagaimana penuturannya pada jurnalis yang menemuinya di rumahnya Desa Timbang Jaya,Minggu (5/5/2019).

Saat di temui Hairijal terlihat lesu dan pucat yang terpancar dari wajahnya, "gejala sakit sudah terasa saat perhitungan suara hingga dini hari (18 April-red). Namun masih ditahan dengan makan obat yang dibeli,"tuturnya.

"Tetapi 19 April sore penyakitku semakin kumat dan tak tertahankan. Saat itu juga saya langsung di bawa ke salah satu Klinik pengobatan di Bahorok,"lanjut Hairijal.

Setelah di periksa secara medis di klinik tersebut,Hairijal di beri obat dan disarankan berobat jalan.

Sepekan kemudian tepatnya Minggu 28 April kembali kambuh sakit di perut Hairijal kemudian oleh keluarganya diantar ke Klinik yang yang sama untuk mendapatkan pertolongan.

Dua malam Hairijal opname di klinik tersebut,namun tidak mengalami perubahan sakit tetap dideritanya. Karena kondisinya yang tidak membaik kemudian Hairijal disarankan para medis di klinik tersebut untuk dirujuk ke rumah sakit.

Setelah dirawat dan opname selama 3 hari disalah satu rumah sakit yang ada di kecamatan Selesai, penyakit Hairijal tak kunjung sembuh dan akhirnya pihak rumah sakit tersebut menyarankan Hairijal segera dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan.Namun karena terkendala biaya untuk pengobatan lebih lanjut di RSUP H Adam Malik Medan, akhirnya Hairijal.di bawa pulang ke rumahnya.

Ketua Panwaslu Kecamatan Bohorok, Menanti Ginting kepada halKAhalKI.com menyatakan keprihatinannya atas kondisi Pengawas TPS tersebut.

Menurut Menanti Ginting, Hairijal yang sehari harinya berprofesi sebagai pemandu wisata di kawasan wisata Bukit Lawang tersebut tidak mempunyai biaya untuk pengobatan dirinya bahkan Hairijal tidak memiliki BPJS.

Menanti Ginting juga menyebutkan saat ini, Hairijal hanya dirawat secara tradisional oleh keluargannya karena ketiadaan biaya untuk pengobatannya.

"Saat Hairijal dirawat di klinik,kami sempat membesuknya bersama beberapa pengawas Pemilu yang bertugas di Kecamatan Bohorok,"sebut Ketua Panwaslu Bohorok tersebut.

Menanti Ginting juga menyatakan pihaknyan telah menyampaikan laporan ke Bawaslu Langkat terkait kondisi kesehatan Pengawas TPS tersebut.

"Kami telah melaporkan kondisi tersebut ke Bawaslu Langkat sebagai laporan sesuai instruksi pendataan," ujar Menanti Ginting.

Disamping kondisi kesehatan Hairijal, Ketua Panwaslu Bohorok tersebut juga menyebutkan, Pengawas Kelurahan Desa (PKD) Tanjung Lenggang,Bohorok, M Jamil juga menderita sakit beberapa hari pasca hari pencoblosan, namun tidak sempat di rawat di rumah sakit atau klinik. Hanya di rawat di rumahnya./mg/ref