halKAhalKI.com, Langkat | Kedua orang tua Anang Makruf alias Nanang yang tewas akibat amuk massa usai peristiwa pencurian kotak infaq di Mesjid Dusun Teluk Nibung Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada Senin (11/4/2022) dini hari lalu. Suami Istri yang sedang berduka ini juga mempercayai sepenuhnya penegakan hukum terhadap perkara anaknya yang dilakukan Polres Langkat.
Ini disebutkan Marwan (50) didampingi Endang Sri Lisnawati (47) orang tua Nanang kepada jurnalis di rumahnya Dusun III Desa Pekubuan Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Minggu (17/4/2022). Mereka pun menyatakan jika anaknya bersalah mengapa di massa-kan sehingga meninggal dunia, mengapa tidak segera diserahkan kepada yang berwajib.
Percaya penuh pada Polres Langkat
“Kami percaya penuh kepada Polres Langkat, akan melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum dalam perkara anak kami, ” sebut Marwan laki laki paruh baya dengan nada lirih yang tak mampu menutupi kesedihannya.
BACA JUGA :
Di Tanjung Pura, Pelaku Pencurian Kotak Infaq Mesjid di Massa Hingga Akhirnya Tewas
Baru 2 Warga di Tangkap Polres Langkat Terkait Amuk Massa yang Tewaskan Terduga Pencuri Kotak Infaq
Ia juga menorehkan sedikit kekecewaannya terhadap pelayanan medis di RSU Tanjung Pura terhadap anaknya, Anang Makruf kelahiran 16 November 1999.
“Anakku, usai menerima perlakuan massa di larikan ke RSU Tanjung Pura sekitar jam 04.00 WIB (Senin, 11/4/2022). Sekitar jam 5 subuh saya datang ke rumah sakit. Disana anakku, kulihat hanya terbaring dengan bekas luka yang telah di jahit di bibirnya dan pada bahunya diplester menutupi lukanya. Tidak terlihat tindakan medis lainnya, lebih 1 jam anak saya kritis dan koma tapi cuma dapat pelayanan itu. Saya sempat marah, barulah dipasang oksigen untuk alat bantu pernafasan,”” ungkapnya.
Eksplorasi konten lain dari halKAhalKI.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

3 thoughts on “Kenapa Cuma 2 di Tangkap Kata Orangtua Korban Amuk Massa Terkait Kotak Infaq di Langkat”