Kekerasan Seksual, Anak Bisa Jadi Pelaku dan Korban, Akibat Apatisme Orang Tua dan Lingkungan

Ilustrasi : anak menjadi korban kejahatan seksual orang dewasa/int

Oleh: Reza Fadli Ibrahim Lubis

Faktor eksternal menjadi pemicu terbesar anak melakukan kekerasan seksual itu.Bukan akibat kerusakan pada otak anak.

Faktor eksternal itu biasanya berupa pengalaman kekerasan seksual masa lalu yang dialami anak, baik yang dilakukan orang dewasa atau temannya maupun paparan pornografi dan pornoaksi dari lingkungan sekitar, termasuk oleh keluarga yang punya anggapan remeh terhadap persoalan pornografi apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini.

Banyak orang tua terutama ayah dan ibu menganggap sepele kehidupan bermedsos ria-nya. Tak jarang orang tua mengabaikan akibat dari pornografi dan porno aksi yang tersimpan di smartphone atau ikut ikutan menyebarkan pornografi dan porno aksi tersebut tanpa memikirkan dampaknya bagi anak anaknya.

Orang tua yang seperti ini bisa menjadi pemicu anaknya menjadi pelaku kejahatan seksual maupun korban dari kejahatan seksual yang seharusnya kita hindari bersama.

Menurut catatan berbagai kasus kekerasan seksual terungkap khususnya di Kabupaten Langkat mulai dari kawasan perkotaan,pedesaan, perkebunan hingga pesisir pantai. Lokasi terjadinya kekerasan seksual beragam, mulai dari sekolah, rumah, tempat bermain, hingga lingkungan sekitar.

Pelakunya pun tidak hanya orang dewasa yang memiliki minat seksual terhadap anak atau paedofilia, tetapi juga anak yang lebih besar dibandingkan korban.