Kasatgas Nusantara Polri : Pemuda dan Mahasiswa Kekuatan Yang Mampu Mendinginkan Suhu Politik

halKAhalKI.com, Jakarta - Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Nusantara Polri Irjen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.S menyatakan bahwa mahasiswa dan pemuda adalah kekuatan penyeimbang yang berfungsi menetralisir dan mendinginkan suhu politik tanah air yang kian memanas seiring makin dekatnya gelaran Pemilu dan Pilpres 2019.

“Pemuda dan Mahasiswa selalu menjadi pelopor dalam setiap derap langkah republik ini, sejak era perjuangan, kemerdekaan hingga masa reformasi, “tegas Irjen Pol Dr Gatot Eddy.

Hal ini disampaikan Irjen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional dan Diskusi Publik yang digelar mahasiswa Institut PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran) Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Seminar yang mengambil tema Peran Generasi Islam Dalam Mewujudkan Pemilu Damai Tanpa Hoax dan Radikalisme tersebut diawali dengan pengucapan ikrar deklarasi oleh ratusan mahasiswa Institut PTIQ yang menolak kampanye hitam dengan menyebar hoax, ujaran kebencian dan radikalisme pada Pemilu maupun Pilpres 2019.

Kasatgas Nusantara juga menyampaikan, saat ini bangsa Indonesia tengah menyelenggarakan hajat nasional berupa Pemilihan Umum untuk memilih wakil rakyat dari tingkat pusat hingga daerah, memilih presiden dan wakil presiden secara serentak pada April 2019 nanti. Peran serta generasi muda sangat penting untuk memastikan pesta demokrasi tersebut berjalan aman dan damai, jauh dari konflik, hoax, ujaran kebencian dan blac campaign maupun negative campaign.

“Apalagi mahasiswa yang berbasis pendidikan Islam seperti PTIQ ini, lebih paham dan lebih tahu tentang dalil-dalil Al Qur’an yang mengecam penyebaran berita palsu (hoax), saling mencela dan menghujat juga merendahkan, “tutur Jenderal bintang dua yang juga menjabat sebagai Asrena Kapolri.

Hoax, ujaran kebencian dan radikalisme terbukti telah menggerus persaudaraan, ikatan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Berbagai gesekan yang mengarah pada konflik sosial menjadi keprihatinan pemerintah dan aparat kepolisian.

“Sebagai bentuk tanggung jawab dan antisipasi maraknya peredaran hoax yang menyebabkan gesekan sosial hingga meletus konflik, pemerintah membentuk Satgas Nusantara sebagai cooler system yang mendinginkan panasnya suhu politik menjelang Pemilu, “tutup Irjen. Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono. /ril/ref