Kapus Pantai Cermin Dilaporkan Penganiayaan Ke Polisi.

halKAhalKI.com, Medan - Kepala Puskesmas Desa Pantai Cermin Kecamatan Tanjung Pura dr YMS dilaporkan saudara perempuannya Yani Hotma Uli terkait penganiayaan.

Dilaporkannya dr YMS ke pihak kepolisian oleh saudara perempuannya Yani Hotma Uli tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STLP) Nomor . STTLP/662/IX/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK.MDN HELVETIA. Tertanggal 20 September 2018.

Hal ini dinyatakan Kuasa Hukum Yani Hotma Uli, M Mas'ud MZ S.H kepada halKAhalKI.com, Jum'at 21/9/2018.

Menurut Dimas, penganiayaan yang diterima kliennya dari dr YMS, bermula beberapa hari lalu, sekira pukul.16.30 WIB. dr.YMS, datang bersama istrinya berinisial dr.JMS yang juga bekerja sebagai PNS di Puskesmas Batang Serangan Kabupaten Langkat.

"Mereka datang mencari klien saya di Yayasan Hisarma Jl.Gatot Subroto Medan.Karena kebetulan Yani Hotma Uliaya menetap di yayasan tersebut.Selanjutnya setelah klien saya di panggil dan bertemu yang kemudian berbicara dengan dr YMS."

lanjut Dimas,"kemudian dr YMS menendang punggung Yani Hotma Uli sehingga terjatuh dan kepalanya terbentur pintu dan mengenai kaca, sambil mengatakan, Mampus kau mampus kau, enakkan sambil menarik Yani hingga terjatuh di lantai," papar Dimas mengulang perkataan kliennya.

Selanjutnya Yuni Hotma Uli membenarkan penyampaian kuas hukumnya tersebut.

"Dan setelah itu, saya meghubungi keluarga meminta pertolongan dan saya membuat laporan atas kasus ini" titur Yani sambil menunjukan surat tanda terima laporan Polisi.

Yani berharap, atas kejadian ini agar kirannya mendapat perhatian khusus dari Bupati Langkat, H.Ngogesa Sitepu dan Kadis Kesehatan Langkat, dr.Sadikun, untuk mempertimbangkan kembali jabatan dr YMS sebagai Kepala Puskesmas Pantai Cermin Tanjung Pura.

"Saya tidak menyangka kalau saya di perlakukan sangat tidak manusiawi oleh adik saya sendiri. Memang beberapa bulan ini komunikasi kami tidak baik dikarenakan adanya ketidak sepahaman masalah Yayasan Hisarma, peninggalan orang tua kami, tetapi ia tidak patut bersikap begitu apalagi ia seorang dokter yang berpendidikan" ujar Yani Homa Nauli usai membuat pengaduan ke Polsek Medan Helvetia, Jumat (21/9/2018).

Dimas,Kuasa Hukum Yani Hotma Uli berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Ya saya berharap kasus persetuan dua saudara kandung ini dapat diselesaikan lewat jalur adat dan keluarga, karena itu jalan terbaik yang paling baik" tutur Dimas.

Sementara itu dr YMS kepada halKAhalKI.com saat dikonfirmasi Jum'at malam 21/9/2018. menyatakan tidak benar adanya.penganiayaan terhadap Yani Hotma Uli.

"Tidak benar ada penganiayaan terhadap kakak saya tersebut, malah istri saya diserang saat itu banyak saksinya bang," kata dr YMS melalui sambungan seluler.

"Sebenarnya saya tidak ada melakukan penganiayaan terhadap kakak saya dan saat itu posisi semen (lantai,red) tidak sama ada yang selisih (beda ketinggian,red) 2 centil dan saya tidak tau,mungkin kakak saya saja jatuh karena itu,"

"Dan kejadian itu direkam oleh saksi saya serta kami telah bicara dengan Dimas (kuasa hukum Yani Hotma Uli,red)," jelas drYMS ./ref