Kapolres Langkat : 10 Saksi Dimintai Keterangan Terkait Pembakaran 20 Mushaf Al Qur’an di Paya Mabar Stabat

Foto : Kapolres Langkat AKBP Dody Hermawan di dampingi Dandim 0203/ Lkt diwawancarai terkait kasusu pembakaran 20 MushAaf Al Qur"an di Mesjid Nurul Huda Paya Mabar Stabat Langkat.

halKAhalKI.com, Langkat - Terkait peristiwa pembakaran 20 mushaf Al Qur'an oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak diketahui identitasnya di halaman Mesjid Nurul Huda Lingkungan 3 Kelurahan Paya Mabar Kecamatan Stabat , Minggu 24/12/2018 sekira pukul 15.30 WIB.

Majelis Ulama.Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat gelar rapat koordinasi ormas Islam dan organisasi Kepemudaan Islam (OKI) beserta Kapolres Langkat, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0203 Langkat, Kementerian Agama di aula Kantor MUI Langkat,Rabu 26/12/2018 pagi.

Dalam pertemuan yang membahas pembakaran 20 mushaf Al Qur'an tersebut MUI bersama ormas Islam dan OKI sepakat meminta Polres Langkat menindaklanjuti persoalan tersebut dan mengungkap siapa pelaku pemkaran tersebut dan segera memproses secara hukum pelakunya.

Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan usai pertemuan tersebut kepada halKAhalKI.com menegaskan, jika pihaknya sejauh ini telah mengambil keterangan dari 10 orang saksi, dalam rangka mencari pelaku, terkait pembakaran mushaf Al Quran oleh orang yang tak dikenal.

Lebih lanjut Kapolres Langkat menghimbau kepada para ulama, masyarakat dan tokoh agama bekerja sama dengan MUI, TNI dan Pemkab Langkat menjaga kekondusifan dan kenyamanan diwilayah Kabupaten Langkat ini.

Kapolres Langkat juga berharap jangan mudah terprovokasi dengan isu atau tindakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang bermaksud merusak keadaan situasi yang selama ini telah terbina dengan baik dan kondusif. Dengan adanya kerja sama yang selama ini terbina Kabupaten Langkat tetap dapat terjaga kenyamanan dan kekondusifanya.

Pada kesempatan itu juga Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada warga masyarakat kgususnya warga Langkat yang selama ini menjaga kenyamanan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Langkat ini.

Sementara pihak kepolisian belum bisa menyampaikan hasil dari keterangan 10 orang saksi terkait pembakaran mushaf Al Quran tersebut, karena para sakasi masih dalam proses diambil keteranganya.

"Sementara untuk hasil penyelidikan belum bisa kami sampaikan, sementara karena kesepiuluhnya masih dalam proses pengambilan keterangan," tutur AKBP Doddy Hermawan Kapolres Langkat didampingi Dandim 0203/Lkt Letkol Inf Samsul Alam dan Ketua MUI Langkat H Mahfudz.

Sebelumnya dari informasi yang dirangkum halKAhalKI di ketahui sekira pukul 15,30 WIB hari Minggu 24 Desember 2018 terjadi terjadi pembakaran 20 Mushaf Al quran di halaman belakang Masjid Nurul Huda  Lingkungan 3 Kelurahan  Paya Mabar Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat.

Peristiwa pembakaran Al quran tersebut di ketahui seorang warga bernama Wagio (54) kemudian Wagio menginformasikan hal tersebut kepada A. Hakim  (37) Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Paya  Mabar .

Selanjutnya Kepala Lingkungan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Kepolisian dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) beberapa saat kemudian personil Kepolisian dan Babinsa tiba di lokasi untuk mengamankan lokasi. /ref