Kapoldasu Diminta Menindak Galian C Ilegal di Langkat

halKAhalKI.com, Langkat - Maraknya ekploitasi galian C tanpa ijin di Kabupaten Langkat membuat gerah kalangan masyarakat Langkat.

Banyaknya kegiatan pertambangan galian C ilegal dikhawatirkan akan membawa dampak bagi lingkungan, rusaknya lingkungan dan infrastruktur umum berupa jalan dan lainnya akibat banyaknya truck over tonase melalui jalan jalan kelas III di Kabupaten Langkat.

Keberadaan penambangan galian C ilegal disinyalir melibatkan sindikat yang membuat praktik penambangan ilegal sulit untuk ditertibkan, akibatnya membuat kalangan masyarakat resah.

Masyarakat resah dengan sulitnya ditertibkan kegiatan pertambangan ilegal oleh aparat penegak hukum. Informasi yang dirangkum dari masyarakat ada indikasi kuat kegiatan pertambangan galian C ilegal tersebut kerap mendapat bekingan dari aparat keamanan.

Masyarakat berharap ada tindakan tegas dari pihak penegak peraturan perundang undangan terhadap kegiatan ilegal tersebut.

Harapan masyarakat tinggal harapan belaka, aparat yang diharapkan mampu bertindak tegas sesuai aturan, alih alih bertindak tegas, justru sebaliknya santer terdengar adanya keterlibatan oknum aparat di Kabupaten Langkat yang disinyalir ikut membeking bisnis ilegal itu.

Salah satu ‘pemain’ galian C ilegal yang disebut-sebut dibeking aparat adalah Acien, pengusaha asal Tanjung Beringin, Pasar 4,5, Kecamatan Hinai. Meski bisnisnya tak memiliki izin, namun pengaruh dan kekuatan uang yang dimilikinya, ia mampu mengatur seluruh lini, hingga membuatnya bebas beraktivitas tanpa gangguan.

Persoalan tambang Galian C di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ternyata bukan masalah baru. Meski sejak lama keberadaan mafia ini yang melakukan praktik penambangan secara ilegal susah sangat meresahkan masyarakat, namun aparat seolah tetap tutup mata.

Pantauan halKAhalKI.com di kawasan penambangan galian C Bukit Tua, Dusun Toba Nauli, Desa Kwala Pesilam, Kecamatan Padang Tualang, Sabtu 22 September 2018 siang, terlihat aktivitas galian c ilegal Acien masih tetap berlangsung. Di lokasi terlihat jelas alat berat berupa excavator miliknya terus beroperasi.

“Biasa 5 excavatornya tu bang. Tapi hari ini yang terlihat cuma satu. Enggak tau dibawa kemana yang empat lagi” ungkap seorang warga sekitar.

Setiap kali aksi pengerukan berlangsung, sambung warga, sejumlah aparat berpakaian preman juga selalu berjaga. “Sudah jadi rahasia umum itu bang kalau galian C ilegal si acien sedang beroperasi, selalu dikawal aparat berbaju preman” ucap warga itu kembali sambil berbisik.

Menanggapi keresahan warga tersebut, Ketua Merga Silima Kabupaten Langkat Edi Suranta Brahmana pun buka suara. dia meminta Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto untuk segera bertindak menyikapi masalah ini sebelum membawa dampak yang lebih luas.

“Kami bukan tak mendukung pemerintah untuk mendatangkan investor ke kabupaten ini. Tapi kan tak ada gunanya juga kalau si pengusaha itu hadir untuk mencari untung tanpa memikirkan pemasukan PAD untuk kabupaten ini” tegas Edi saat berbicara dengan sejumlah wartawan di Stabat, Sabtu (22/9/2018).

Untuk memberantas ini, lanjutnya, ia berharap ada sinerjitas dari Pemprovsu, Pemkab Langkat dan aparat kepolisian.

“Kalo dijalankan secara legal dan jelas administrasinya pasti akan kita dukung. Tapi kalau ilegal, kami siap mendukung aparat kepolisian untuk memberantasnya. Karena ini jelas menjadi ancaman, khususnya terhadap lingkungan sekitar bila terus dibiarkan” tuturnya.

Karena itu, sambung Edi, atas nama Merga Silima, ia meminta Kapoldasu yang baru segera turun tangan untuk menyikat habis praktik ilegal galian c ini tanpa pandangbulu.

“Kami juga meminta supaya Kapolda menindak anak buahnya yang turut menjadi beking mafia galian c ilegal demi mencari keuntungan pribadi dan telah mencoreng nama institusi Polri yang dicintai rakyat. Karena mereka selama ini melindungi yang salah, tapi malah menindak yang berizin” tegas Ketua Merga Selima tersebut

Sebelumnya, kasus galian C ini kembali menjadi sorotan menyusul penangkapan terhadap tiga unit dump truk pengangkut Galian C di kawasan Bukit Tua, Dusun Toba Nauli, Desa Kwala Pesilam, Kec Padang Tualang, Jumat 21 September 2018. Karena belakangan diketahui, truk bermuatan galian c yang ditindak itu ternyata memiliki izin.

H Sempurna Tarigan, selaku pengusaha sekaligus pemilik ketiga truk, mengaku sangat kecewa atas penangkapan tiga dump truk saat mengangkat material galian c yang mempunyai izin operasional.

“Saya kecewa terhadap Polres Langkat yang menangkap dan menyita tiga dump truk kita yang sedang mengangkut material kami di lokasi” cetusnya kepada wartawan.

Karena menurutnya, selama ini hanya dia satu-satunya pengusaha galian c yang taat hukum dan aturan. Karena rata-rata galian c yang beroperasi di sekitar lokasi bisnisnya, jelas-jelas tak memiliki izin. Tapi anehnya, malah usahanya yang dijalankan sesuai prosedur, justru menjadi sasaran.

“Kami meminta Polres Langkat bisa bersikap tegas. Tangkap seluruh excavator dan alat berat lain yang tidak memiliki izin operasional. Izin operasional kami jelas, ada dikeluarkan oleh pertambangan lewat Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Nomor 540/793/DIS PM PPTSP/5/XL.1.b/V/2018” tegasnya.

Karena itu, sambung Sempurna, jika pihak Polres Langkat bisa bertindak tegas terhadap usaha galian c yang memiliki izin operasional, tak ada alasan pula bagi polisi untuk menertibkan, menangkap dan menindak pengusaha galian c yang beroperasi secara ilegal.

“Berani tidak Polres Langkat menangkap alat berat dan dump truk dari lokasi galian C yang tidak memiliki izin,” tandasnya./ref