Kantor Walikota Binjai Digeledah Poldasu, Terkait OTT ASN Diduga Pungli Masuk Pegawai Honorer.

Foto : Ismail ASN Pemko Binjai di giring personel Poldasu memasuki mobil usai pengeledahan Kantor Walikota Binjai, Selasa 22/1/2019.

halKAhalKI.com, Binjai - Terkait dugaan pungutan liar calon honorer Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota (Pemko) Binjai,sejumlah personel Subdit 1 Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumatera Utara mengeledah Kantor Walikota Binjai di jalan Sudirman, Binjai , Selasa (22/1/2019) sore.

Pengeledahan tersebut terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Ismail (50) oknum Aparatur Sipil Negara yang bertugas di Sektetariat Pemko Binjai.

Sejumlah personil penyidik Subdit 1 Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut mengiring Ismail dan mendatangi ruang Walikota Binjai dan mengeledah untuk mencari berkas yang ada terkait kasus yang OTT Ismail.

Selanjutnya Ismail diboyong ke bagian Perekonomian Pemko Binjai, beberapa saat kemudian Ismail diboyong ke ruangan Bagian Umum Pemko Binjai untuk diperiksa.

Ismail ASN golongan II terjaring OTT Polda Sumatera Utara di Kedai jopi Kom Tong,jalan Kartini tidak jauh dari Kantor Walikota Binjai saat hendak bertransaksi, Jum'at (18/1/2019).

Ismail ditangkap disebut sebut saat menanti orang tua anak yang akan menjadi honorer di Satpol PP dan diduga Ismail kerap melakukan pungli untuk masukan orang lain menjadi tenaga honorer.

Kabag Humas, Rudi Iskandar Baros mengatakan kepada Jurnalis, Polda Sumut hanya mencari berkas terkait dengan kasus menimpa Ismail, pegawai Sekretariat Daerah Pemko Binjai.

"Kemungkinan hanya mencari berkas saja," tutur Rudi didampingi Kepala Inspektorat Binjai, Aspian.

Ia (Ismail,red) tugasnya ngantar ngantar surat pangkatnya IIA",jelas Rudi Baros.

"Kami cuma mendampingi APH saja, mereka tadi menghubungi kami," tambah Aspian.

Kanit Subdit 1 Ditkrimum Polda Sumut, Kompol RA Purba yang turut dalam penggeledahan tersebut mengatakan, mereka sedang melakukan pengembangan terhadap kasus yang dilakukan Ismail.

Dia menjelaskan, mereka sedang mencari dokumen terkait OTT Ismail. "Itu (keruang Walikota untuk koordinasi.Barang bukti uangnya ada ,tapi belum bisa kita konfirmasi," katanya.

"Hanya mencari dokumen terkait kasus OTT kemarin," lanjut RA Purba.

Disinggung mengenai dokumen yang diamankan, RA Purba enggan memberitahukan apa saja yang mereka amankan dari kantor Ismail. "Masih dalam penyidikan. Nanti saja yah," katanya.

Jurnalis juga menanyakan kemungkinan ada korban lain yang dipungli menjadi pegawai honorer jalur ilegal.

"Kita lihat dulu nanti hasil penyelidikannya ya," ujar Purba sambil memasuki mobil Inova hitam BK 78 FM. /ref