Pembersihan Lahan HGU di Selemak, Langkat

Kades Pertumbukan : Warga Pengarap Lahan HGU PTPN 2 di Selemak. Banyak Orang Luar

Kepala Desa Pertumbukan, Hasan Basri bersama Manejer Kebun Kwala Madu PTPN 2 Irwan, SP, GM PTPN2, Arota, Kabag Tata Pemerintahan Setkab Langkat Pemda Suriyanto, S.Sos, saat memberikan keterangan pers kepada jurnalis di lokasi lahan PTPN 2 Kwala Madu, Pasar XI Dusun Selemak Desa Pertumbukan Kabupaten Langkat, Rabu (30/09/2020)./ dok foto hK2

Langkat, hK2 | Terkait pembersihan lahan HGU PTPN 2 yang berada di seputaran wilayah Dusun Selemak Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat, Kepala Desa Pertumbukan Hasan Basri, menyebutkan sebagian besar penggarap lahan HGU PTPN 2 bukan warga Desanya, merupakan warga luar.

Hal ini diungkapkan Kepala Desa (Kades) Pertumbukan Kecamatan Wampu Kabupaten langkat, Hasan Basri S.Sos kepada jurnalis saat berada dilokasi lahan PTPN 2 Kwala Madu. Pasar XI Dusun Selemak Desa Pertumbukan Kabupaten Langkat, bersama Manejer Kebun Kwala Madu PTPN 2 Irwan, SP, General Manejer PTPN2, Arota, Kabag Tata Pemerintahan Setkab Langkat Pemda Langkat, Suriyanto, S.Sos, Rabu (30/09/2020).

“Setau kami, pengarap ini kebanyakan dari luar, adapun sebagian kecil dari masyarakat kami mengatas namakan Kampung Durian Selemak. Dan ada yang mengatakan sebagian besar katanya merupakan masyarakat kami , masyarakat Desa Pertumbukan itu adalah tidak benar," tutur Hasan Basri Kepala Desa Pertumbukan.

"Keberadaan berapa jumlah pengarap kami tidak tau karena pihak BPRPI sama sekali tidak pernah berkoordinasi dengan kita," tegas Hasan Basri.

Sebelumnya di tempat yang sama, PTPN 2 juga kembali membantah tudingan yang beredar bahwa pihak PTPN 2 dalam melakukan pembersihan lahan HGU-nya dibekingi ratusan personil TNI-Polri dan melakukan kekerasan terhadap pengarap lahan HGU di Dusun Selemak Desa Pertumbukan Kabupaten Langkat.

"Sama sekali tidak benar, kita ambil tanah kita dan saat ini akan dilakukan penanaman tebu sesuai program pemerintah swasembada gula,"ujar Manejer Kebun Kwala Madu PTPN 2, Irwan.

Dikatakannya lebih lanjut, " untuk personil TNI memang ada yang bekerja dengan kita untuk melakukan pengamanan atau BKO di kebun kebun, namun tidak sampai tiga ratusan. Begitu juga polisi yang dikatakan ada mencapai ratusan itu juga tidak benar, memang ada polisi dari Intel sebanyak empat atau lima orang agar mengamankan tidak terjadi anarkisme," sebutnya.

Selanjutnya 1 2