Kades Akan Ke Bali, Balita Reva Nabila Terkulai Lemah Butuh Biaya.

Foto : Nuryati dan Reva Nabila (2,7) anaknya yang menderita Hydrocephalus diburu.ahanya Dusun Mawar Desa Teluk Bakung Tanjung Pura /dok hK2

halKAhalKI.com Tanjung Pura - Menjelang rencana keberangkatan para Kepala Desa (Kades) se Kabupaten Langkat ke Bali dengan kisaran anggaran kegiatan sebesar Rp.3,108 Milyar dengan rincian satu Kepala Desa membayar Rp.12,95 juta dengan 240 Kepala Desa yang akan berkunjung ke Bali.

Ditengah persiapan keberangkatan para Kades tersebut tercatat kondisi warga Desa yang sangat.memprihatinkan tidak berbanding lurus dengan kegembiraan dengan segala persiapan Kepala Desa Ke Bali.

Baca juga :
Rencana Ke Bali, Biayanya Rp.12.950.000/Kades Selama 5 Hari

Di Desa Teluk Bakung tepatnya Dusun Mawar Kecamatan Tanjung Pura terkulai lemah seorang.anak yang membutuhkan bantuan untuk mengobati sakitnya.

Reva Nabila berusia 2 tahun 7 bulan anak pasangan Jauwahir (48) dan Nuryati (36) terkulai lemah pasrah menerima penyakit Hydrocephalus. yang dideritanya.

Dari literatur diketahui Hydrocephalus adalah suatu kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Arti harfiah dari penyakit ini adalah “air di dalam otak.” Cairan serebrospinal biasanya mengalir melalui ventrikel dan menggenangi otak dan tulang belakang.

Kondisi inilah yang membuat kepala Reva membesar dikarenakan cairan dikepalanya, kedua Reva tidak tau harus berbuat apa dikarenakan kondisi ekonomi keluarga sangat minim.

Reva hanya mampu terbaring lemah tanpa daya di rumahnya, Reva kerap hanya mampu menangis menahan sakit dan kerap Nuryati sang ibu hanya mampu mengendong untuk mengurangi derita Reva.

Dari Nuryati di ketahui awalnya Reva lahir hingga berumur 1 bulan dengan kondisi normal seperti anak seusianya. Dan saat berumur 2 bulan kepala Reva mulai membesar.

Saat berumur 3 bulan Reva sudah mampu sekali kali menyebut kata emak kenang Nuryati, namun demikian pertumbuhan kepala Reva kian bertambah besar hingga saat ini.

Bermula dari benjolan kecil dikepala yang dianggap hal yang biasa oleh kedua orang tua Reva dan benjolan tersebut semakin lama semakin membesar.

"Dulu ada benjolan kecil di kepala Reva dan makin membesar," tutur Nuryati ibu dari Reva Nabila kepada halKAhalKI.com Rabu 29/8/2018.

Reva Nabila Bungsu dari 3 bersaudara saat ini kondisinya sangt memprihatinkan. Ia tak mampu menahan berat kepalanya dan tubuhnya semakin kurus hingga nyaris hanya menyisakan tulang.

Nuryati juga menyatakan Reva pernah menjalani operasi membuang cairan dinkepalanya yang di laksanakan di RSUP H.Adam Malik, Medan

"Beberapa bulan lalu Reva menjalani opersi dikepalanya, untuk membuang cairan di RS Adam Malik Medan pake BPJS yang gak bayar ((Penerima Bantuan Iuran PBI,red)."

"sampai saat ini belum ada tanda-tanda Reva membaik dan sehat lihatlah mungkin anakku kekurangan gizi,tipa hari hanya minum irnputih ditambah gula untuk ganti susunya.Jangankan untuk membeli Vitamin dan Susu, untuk makan saja kami sulit." keluh Nuryati.

Keterbatasan ekonomi menjadi alasan keluarga untuk merawat seadanya saja, apalagi Jauwahir hanyalah buruh bangunan berpenghasilan rendah.

"Belum pernah kami bawa ke dokter, saya tidak punya uang untuk membawanya," ujar Nuryati dengan lirih.

Keluarga miskin ini berharap ada bantuan dari pemerintah.

Keluarga ini juga mengaku bahwa mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah Desa atau lainnya./ref