Kabid DLH Langkat Bantah BPKN Sumut, DLH Tidak Pernah Ambil Sampel Limbah CV MM Tahun 2017

Kanal (parit) yang berada persis di sebelah kawasan PKS CV MM di Dusun III Agung Sari Desa Jati Sari Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (8/1/2020)

Langkat, halKAhalKI.com | Terkait limbah milik Pabrik Kelapa Sawit CV Makin Maju pada tahun 2017, yang disebut Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Sumut telah dilakukan pengambilan sampel limbahnya oleh Dinas Lingkungan Hidup pada tahun 2017 lalu.

Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Langkat Yassir Wagdhi S.Sos membantah telah mengambil pernah sampel limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik CV Makin Maju yang diduga merusak beberapa lahan perkebunan masyarakat Dusun III Agung Sari Desa Jati Sari Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat pada tahun 2017 lalu. "Tahun 2017 lalu kami tidak ada mengambil sample limbah dari CV Makin Maju. Tapi, kalau Rusli dari pihak Badan Penyelamat Kekayaan Negara (BPKN) Sumut ada mengambil sample limbah milik CV Makin Maju," katanya kepada jurnalis ketika dihubungi via selulernya, Rabu (5/2/2020).

Hal ini jelas berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) BPKN Langkat Ahmad Safii Sitorus dan timnya. Kata Sitorus, pada tahun 2017 lalu pihak DLH Langkat ada mengambil sample limbah CV Makin Maju. Kala itu pihak DLH Langkat mengatakan bahwa pengambilan sample limbah milik CV Makin Maju dilakukan untuk perbandingan hasil antara pihak BPKN Sumut dan hasil dari DLH Langkat. "Pengambilan sample limbah yang dilakukan pihak DLH Langkat kalau tidak salah ada videonya sama kami. Itu sekitar September 2017 setelah kami menerima undangan dari pihak DLH Langkat," kata Sitorus.





Kemudian, Yassir juga membantah pihak CV Makin Maju mempunyai kesalahan. "Tidak ada kesalahan apapun yang dilakukan oleh pihak CV Makin Maju. Saat ini kolam limbah CV Makin Maju sudah ada sekitar 15 kolam. Dan hasil sample limbah milik CV Makin Maju yang kami ambil pada tahun ini akan turun 14 hari kerja dan akan kami sampaikan kepada Komisi D DPRD Kabupaten Langkat," ungkapnya.

Pengakuan Kabid DLH Langkat itu langsung dibantah oleh Sitorus. Menurutnya pada tahun 2017 lalu pihak CV Makin Maju jelas mengakui kesalahannya. "Ada surat pengakuan dari CV Makin Maju bahwa pihak CV Makin Maju mengakui kesalahannya, dan itu ditandatangani oleh pihak CV Makin Maju bernama Rudi, DLH Langkat Yassir Wagdhi, Camat Padang Tualang dan Kepala Desa, tertanggal 13 September 2017," ungkapnya.

Selanjutnya 1 2 3