Safitri Adriani Nasution

Islam Anti Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Safitri Adriani Nasution

Kekerasan seksual sudah dimulai sejak peradaban Yunani, Romawi, India, Cina dan terjadi pada berbagai agama seperti Yahudi, Nasrani, Budha, Islam dan sebagainya, pada masa itu wanita dianggap hanya sebagi pelengkap bahkan hanya sebagai setengah manusia.

Pada masyarakat Arab jahiliyah, ketika perempuan menikah, maka perempuan tersebut akan menjadi hak penuh suami dan keluarga, sedangkan ketika suaminya meninggal, perempuan tersebut akan menjadi benda yang diwariskan (Mutmainah 2016).

Hal ini hanya salah satu contoh riwayat ketidakadilan terhadap perempuan di masa lalu, masih ada riwayat lain seperti kekerasan terhadap perempuan dalam peradaban Yunani, di dalam masyarakat Hindu dan juga masyarakat Cina.

Hingga kini kekerasan terhadap perempuan terus terjadi, seperti perdagangan perempuan, pelecehan seksual dan KDRT. Kekerasan seksual tentu bertentangan dengan misi segala bentuk agama di muka bumi, khususnya dalam agama Islam.

Oleh karena itu ada baiknya kita lebih bijak dan mempelajari lebih dalam tentang kekerasan seksual dalam agama islam.

Berdasarkan informasi dari Catatan Tahunan oleh Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan terhadap perempuan meningkat sebanyak 792% (hampir 800%) artinya kekerasan terhadap perempuan di Indonesia selama 12 tahun meningkat hampir 8 kali lipat.

Selanjutnya 1 2 3 4 5