Ini Sebabnya Komunitas Peduli BPJS Kesehatan, Nilai Naiknya Iuran BPJS Beratkan Pesertanya.

Ilistrasi

Jakarta, halKAhalKI.com |Kenaikkan iuran BPJS memberatkan peserta dan berdampak kepada keluarga peserta sangat memberatkan,karena setiap keluarga harus membayarkan iuran seluruh anggota keluarganya yang menjadi peserta BPJS setiap bulannya.

Hal ini dinyatakan Komunitas Peduli BPJS Kesehatan yang yang disampaikan Gabungan Advokat, yakni Indra Rusmi, SH, MH, Johan Imanuel, SH, Hema Anggiat Marojahan Simanjuntak, SH,Wendra Puji, SH, MH,Jilun, SH, MH,Ika Batubara, SH,Jarot Maryono, SH,Andi Wiyanto, SH,Dermanto Turnip, SH, MH,Kemal Hersanti, SH, Intan Nur Rahmawanti, SH, MH, CPL, CTA,Amelia Suhaili, SH, MH,Yogi Pajar Suprayogi, A.Md, SE, SH,Biren Aruan, SH, Judianto Simanjuntak, SH,Asep Dedi, SH,Denny Supari, SH. yang rilisnya diterima halKAhalKI.com, Rabu (6/11/2019) malam.

Dalam siaran Persnya Komunitas Peduli BPJS Kesehatan memandang Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Jaminan Kesehatan disoroti oleh khalayak ramai mengenai iuran Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (PB) adapun perubahan iuran yang dinyatakan dalam Pasal 34, yakni Kelas III : Rp 25.500 menjadi Rp. 42.000,Kelas II : Rp. 51.000 menjadi Rp. 110.000 dan Kelas I : Rp. 80.000 menjadi Rp. 160.000.

Johan Imanuel, Juru Bicara Komunitas Peduli BPJS Kesehatan,menyebutkan “Kenaikan iuran ini memang memberatkan peserta. Kami sudah menerima keluhan masyarakat dari daerah yang menyampaikan bahwa kenaikan iuran ini berdampak bagi satu keluarga sehingga jika diperkirakan akan membayar iuran sebesar kurang lebih Rp. 400 ribu per-bulannya untuk seluruh anggota keluarga. Sementara pendapatan dalam keluarga tersebut setiap bulannya tidak menentu, rata-rata hanya di kisaran satu juta rupiah hingga satu setengah juta rupiah. Sehingga kebutuhan lainnya dari keluarga tersebut belum tentu tercover semua.”

Selanjutnya 1 2 3